by

Siap Kerjasama, BNI Pastikan Buka-Bukaan

AMBON,MRNews.com,- Pihak manajemen Bank Negara Indonesia (BNI) 46 siap bekerjasama dengan Polda Maluku dalam hal apapun dalam kasus dugaan pembobolan rekening nasabah miliaran rupiah yang diduga dilakukan FY, pegawai di cabang Ambon. Bank masuk kategori kuat di Indonesia itu pun pastikan siap buka-bukaan sehingga proses hukum bisa berjalan lancar dan tuntas.

Pemimpin BNI Kantor Wilayah Makassar Faizal Setiawan kepada awak media mengaku, pihaknya tidak ingin menutupi permasalahan yang terjadi, justru sebaliknya ingin membuatnya terang benderang secara bersama. Apalagi BNI sekarang bekerjasama dengan Polda. Sehingga sangat berharap penyidik Polda bisa mengungkap semua. Karena memang beberapa indikasi telah diberikan ke kepolisian untuk kemudian ditelaah lebih lanjut.

“Maka kunci apabila FY bisa hadir dan ketemu itu akan banyak sekali bisa diungkap. Salah satunya masalah cash back yang baru diketahui kemarin setelah kroscek. Maka penting ditunggu perkembangannya. Di BNI tidak ada sistem itu. Itu inprosedural,” sebutnya kepada media di Ambon, Kamis (17/10/19) malam.

Meski begitu, pihaknya sebut Faizal, tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Sehingga ketika terlapor sudah ada tentu akan melakukan pemeriksaan internal baru dilihat hasilnya. Pasalnya dalam penyelidikan internal ditemukan beberapa transaksi mencurigakan yang dilakukan, kemudian ditelaah oleh auditor internal dan itu normal semuanya. Setelah ketemu transaksi mencurigakan, kemudian pihak Bank melaporkan kondisi ini ke Polda Maluku dan PPATK.

“Justru kami yang menemukan dulu dan laporkan, bukan dari luar. Itu bagian dari check and crosscek internal kami. Setiap unit di Ambon juga ada internal auditor. Didalam transaksi mencurigakan, ada beberapa item yakni tidak melalui sistem yang benar, tidak mengikuti SOP dan lainnya. Biasanya kita juga ada beberapa kriteria. Kalau cuma 1-2 Miliar biasanya langsung ditangani internal. Tapi dalam jumlah tertentu memang dari SOP kita, harus laporkan ke Polda untuk mendapat feedback lebih kuat,” tandasnya.

Diketahui, kasus pembobolan rekening nasabah ini sudah berlangsung kurang lebih 2 tahun diduga oleh FY dan baru dilaporkan ke Polda Maluku pada 8 Oktober lalu oleh pihak bank setelah ditelusuri rentan waktu 9 September-4 Oktober 2019 baru diketahui. Terhadap hal itu, Faizal menyatakan pihaknya tidak bisa menjawab karena itu data-data yang akhirnya telah diserahkan ke Polda. Sehingga patutlah ditunggu hasilnya.

“Tidak masalah menduga-duga. Silahkan saja. Tapi kami punya data yang clear, benar dan diserahkan ke Polda untuk dilakukan penelitian. Mari kita lihat hasilnya, karna ada welcome dari Polda juga untuk mengembangkan kasus ini. Kita juga terbuka koq, nggak ada tertutup. Cuma selama masa pemeriksaan, penyidikan mohon maaf semua data kita serahkan ke Polda. Kami ikut aturan main dan sepakat untuk hormati proses hukum. Jadi sama-sama kita tunggu. Data terus kami koordinasikan dengan Polda sesuai yang diminta,” jelasnya.

Dirinya mengaku, tidak ingin mengurusi soal urusan lainnya termasuk aset FY. Karena akan lebih fokus pada penyidikan dan penyelidikan. Namun soal hilangnya uang nasabah dan akhirnya dalam proses hukum FY dinyatakan bersalah serta kemungkinan menggantikan uang nasabah karena selaku bank umum, Faizal menegaskan akan melihat by sistem.

“Bahwa sepanjang tercatat dalam sistem kami, kami sepenuhnya bertanggungjawab. Sehingga bagi teman-teman yang dananya tercatat dalam sistem semuanya tidak ada masalah. Sekarang mulai agak banyak telepon ke teller dan tanya duitnya cek saldo. Sepanjang disitu kami tanggungjawab penuh. Kalau diluar itu, diluar sistem kami. Nanti proses hukum lah yang akan nanti kita lihat kedepan seperti apa?,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed