Siap Gelar Kejurnas-Rakernas Percasi, Bukti Ambon Aman

AMBON,MRNews.com,- Pelaksanaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-48 dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-41 Percasi siap digelar di kota Ambon, Provinsi Maluku pada 25-31 Oktober 2019. Kesiapan itu membuktikan bahwa Ambon yang adalah ibukota provinsi aman dan nyaman untuk gelaran event nasional dan dikunjungi siapapun meski hampir sebulan ini dirundung gempabumi. Pasalnya animo peserta dan official dari 33 provinsi di Indonesia juga sangat tinggi dan adanya gempat tidak berpengaruh signifikan. Ketua umum PB Percasi GM Utut Adianto yang akan hadir langsung untuk membuka kedua event nasional itu.

“Isu-isu berkaitan dengan gempa ternyata membuktikan bahwa dampak gempa tidak terlalu signifikan untuk mempengaruhi teman-teman atlit dari luar hadir di kota Ambon. Bahwa memang kita juga turut merasa empati dan prihatin terhadap apa yang dirasakan masyarakat, masih trauma dan berada di pengungsian, tetapi bagaimana pun Ambon layak menggelar Kejurnas dan Rakernas Percasi,” beber Ketua Pengprov Percasi Maluku Edwin Adrian Huwae kepada awak media di Pacific Hotel, Kamis (24/10/19).

Apalagi diakuinya, banyak peserta mengagumi Ambon sebagai kota indah dan ramah. Sehingga tanggungjawab panitia dan Pengprov adalah terus mensosialisasikan bahwa hal itu benar Ambon memang aman, nyaman dan menjadi destinasi wisata tahun 2020. Kondisi itu pula maka kedatangan peserta dan official yang jumlah diatas 500 orang tentu akan memberi dampak kepada ekonomi masyarakat terutama pelaku UMKM. Sebab di sekitar venue pertandingan di Islamic Center disediakan area bagi pelaku UMKM bisa beraktivitas, berjualan dan meraup pendapatan.

“Tujuannya selain sukses penyelenggaraan, tetapi juga event itu berdampak bagi masyarakat Ambon khususnya pelaku UMKM. Selain juga kesannya, pasca event di Ambon, ada kesan manis yang akan diceritakan para tamu dan peserta kepada orang-orang di daerahnya bahwa Ambon ini kota manis, indah dan ramah sehingga kedepan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara. Dengan begitu, sektor pariwisata di kota Ambon akan lebih baik,” sebut sekretaris DPD PDI Perjuangan Maluku.

Maluku dari satu sisi akan fokus sukses penyelenggaraan, sisi lain pun tambah Huwae, jadikan event ini momentum ciptakan kualitas atlet Maluku 15 orang yang tampil dan menjadi proyeksi menuju pra PON di NTB awal November mendatang. “Kita sudah punya satu master nasional Onyong dan mudah-mudahan nantinya kita bisa melahirkan lagi master-master lagi untuk meningkatkan kualitas dari atlet-atlet catur di Maluku. Khusus wakil Maluku, kita akan dorong bisa ikut di pra PON di NTB dan mudah-mudahan bisa lolos ke PON 2020 di Papua,” harap mantan ketua DPRD Maluku.

Sementara, pengurus PB Percasi bidang pertandingan dan perwasitan Agus Subandrijo mengaku, sebagai penanggungjawab event dirinya sudah cek langsung semua lokasi Kejurnas Catur ke-48 dan layak untuk dilaksanakan. Adapun wasit tentu berasal dari seluruh Indonesia, semua terwakili. Bahkan semua ketentuan dan peraturan Kejurnas nanti tetap mengacu di standar PB yang berlaku di setiap event nasional.

“Besok 25 Oktober siang semua wasit sudah ada di Ambon. Soal kenapa pra PON di NTB, PB rapat sesuai surat permintaan yang masuk untuk tuan rumah pra PON. Awalnya NTT meminta dan ditunjuk PB, kemudian NTB ajukan surat menjadi tuan rumah dan waktunya mendesak bersamaan dengan NTT menyatakan mundur otomatis cadangannya NTB yang ditunjuk. Sama dulu dengan Sultra yang meminta, tapi kami memutuskan menunjuk yang belum pernah jadi tuan rumah yaitu Sulut karena Sultra tidak bisa,” jelas Agus. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *