by

Setubuhi Anak Kandung, Dua Ayah Bejat Dibui

AMBON,MRNews.com,- Perilaku “biadab” ayah kandung yang menyetubuhi anak sendiri masih terjadi hingga kini. Motifnya ada dua yaitu karena dipengaruhi minuman keras dan nafsu yang tidak tertahankan sehingga harus korbankan anak kandung.

Fakta ini yang dilakukan oleh AT alias Soni (36) dan Erik, dua warga kota Ambon yang melakukan aksi bejatnya pada November 2020 lalu dan Januari 2021 pada TKP yang berbeda-beda. Namun korban berusia sama, 15 tahun.

Kapolresta Pulau Ambon dan Pp Lease Kombes Pol Leo Simatupang mengaku, kasus pertama terjadi November 2020. Pelakunya AT alias Soni (36). Korban adalah anaknya sendiri Bunga, nama samaran (15) di kecamatan Sirimau. Modusnya karena dipengaruhi minuman keras.

“Saat ini kami sudah memproses dan sudah melakukan penahanan terhadap pelaku AT. Pelaku akan diterapkan pasal 81 ayat 1 UU RI nomor 17 tahun 2016 dan UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak,” tandasnya kepada awak media di Mapolresta, Selasa (12/1/2021).

Satu kasus persetubuhan lainnya tambah Leo, dilakukan ayah Erik terhadap anaknya EM (15) di Kecamatan Baguala Januari 2021. Erik beralasan, tindakan itu terjadi karena tidak bisa mengontrol nafsunya sendiri.

“Ancaman hukumannya sama dengan kasus pertama, penerapannya sama. Kami akan proses sampai tuntas. Keduanya terancam dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun, paling lama 15 tahun dan denda paling banyak lima miliar rupiah,” tegas Leo.

Tentu tambah perwira menengah berpangkat tiga melati dipundak, pihaknya sungguh prihatin terhadap kasus-kasus yang terjadi diawal tahun 2021 terutama kasus persetubuhan terhadap anak dibawah umur oleh ayah kandung sendiri. Sebab ini masih terus terjadi diwilayah hukumnya.

“Dan ini membuat kita perlu banyak memberikan kegiatan-kegiatan edukasi, penyuluhan, pengarahan kepada anak-anak kita semua untuk dalam pergaulannya bisa lebih menjaga dirinya masing-masing,” ingatnya.

Disinggung kenapa kedua pelaku itu tidak diterapkan hukuman Kebiri seiring diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 70 Tahun 2020 oleh Presiden Jokowi tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi Elektronik, Rehabilitasi, dan Pengumuman Identitas Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Anak, Leo mengaku nanti pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kejaksaan.

“Sementara penerapan pasalnya seperti ini dulu. Nanti kami akan koordinasi dengan Jaksa. Tentunya kan kalau masalah Kebiri terkait dengan penerapannya disini apakah aparatnya semua sudah siap atau belum. Kita akan koordinasi sama Kejaksaan saja nanti,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed