by

Semua Agama Miliki Potensi Radikalisme, Tapi Bersifat Positif

AMBON,MRNews.com,- Semua agama memiliki potensi radikalisme tapi yang bersifat positif. Karena itu, diminta agar setiap persoalan radikalisme agar disikapi secara positif pula.

Pernyataan itu diungkapkan Wakil Sekretaris Umum (Wasekum) MPH Sinode GPM Pendeta Rudy Rahabeat saat dialog interaktif yang digagas Polda Maluku bertema paham radikalisme dan anti Pancasila terhadap stabilitas keamanan diwilayah Maluku.

“Kita tidak bisa pungkiri disemua agama memiliki potensi radikalisme, namun dalam hal ini radikalisme yang bersifat positif adalah radikalisme dalam beragama bukan dalam melakukan aksi ekstrim dan kekerasan terhadap manusia/fasilitas yang bertolak dengan paham tersebut,” jelasnya di aula RRI Ambon, Selasa (23/3).

Rahabeat mengatakan, saat ini GPM telah menjadikan dirinya sebagai gereja orang basudara, gereja pela gandong anak Maluku. Artinya gereja yang terbuka dan solider bagi siapa saja.

“Tujuannya adalah untuk membangun kembali suasana kehidupan orang basudara yang mulai renggang dan terkikis oleh kondisi saat ini,” terangnya.

Sementara, Ketua Ketua Forum Komunikasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Maluku Abdul Rauf, menyebutkan, paham radikalisme seperti gunung berapi. Tapi tak ada yang mengetahui kapan gunung itu akan meletus.

“Saat ini mereka yang terpapar paham radikal kian bertambah. Hingga saat ini ada 14 warga Maluku yang terindikasi sebagai mereka yang ekstrim atau memiliki pemahaman yang sangat berbahaya,” ungkap Rauf.

Untuk menangani permasalahan tersebut, Rauf mengaku pengawasan bukan saja dilakukan aparat, tapi seluruh elemen masyarakat dilingkungan tempat tinggal masing-masing.

Rauf mengibaratkan mereka itu seperti bunglon. Apa saja akan dilakukan untuk mencapai tujuan. Pihaknya saat ini sudah menjalankan program deradikalisasi yang menyentuh ke semua lapisan masyarakat, terkhusus anak muda dan pelajar.

“Setiap tahunnya sudah ratusan orang yang meninggalkan paham radikal, mereka ini yang sudah memahami benar bahaya paham radikal yang mereka ikuti dan sukarela, sadar mereka kembali kepada kondisi semula sebagai warga negara yang menjunjung tinggi Pancasila dan NKRI,” terangnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed