by

Sempat Was-was Bendera Basah, Trio Paskibraka Ini Sukses Turunkan Sang Merah Putih

AMBON,MRNews.com,- Sejak peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia, Selasa (17/8) pagi hingga waktu upacara penurunan bendera sorenya, hujan terus turun membasahi kota, tak terkecuali lokasi upacara, Lapangan Merdeka Ambon penuh genangan air.

Tagal hujan pula, membuat sang merah putih yang berkibar sejak pagi dinaikkan basah kuyup. Hal itu sempat membuat trio anggota pasukan pengibar bendera pusaka) (Paskibraka) yang bertugas menurunkan bendera was-was ada kesalahan.

Ketiganya, ialah Clifford Ferdinand Huwae asal SMA Negeri 57 Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Dwi Aditya Setiawan asal SMA Negeri 1 Bula Kabupaten SBT, dan Ivana Lekatompessy asal SMK Negeri 1 Kota Ambon, sebagai pembawa bendera.

Benar saja, dari pantauan media ini, ada sedikit kesalahan karena kondisi bendera yang basah membuat namun tidak signifikan dan mengganggu jalannya upacara.

Karena faktanya, ketiga siswa yang memiliki cita-cita sama yaitu menjadi anggota TNI/Polri sukses menurunkan sang saka merah putih dengan sempurna meski harus berjibaku dibawah guyuran hujan dan genangan air.

Usai sukses bertugas, sang pembawa bendera Ivana Lekatompessy mengaku, terharu sekaligus bangga karena mampu menjalankan tanggungjawab yang diberikan dengan baik, meski situasi dan kondisi tidak bersahabat.

“Lumayan takut sih diawal karena kan hujan lebat. Jadi otomatis benderanya basah, takut licin. Tapi Puji Tuhan berhasil,” tandas Ivana dengan mata berkaca-kaca.

Siswi kelas II asal Negeri Latuhalat itu menyatakan, kesuksesan ini tidak lepas dari dukungan orang tua, teman-teman Paskibraka, kakak-kakak pembina serta tim pelatih yang selalu mensupport agar mampu memberi yang terbaik.

Selain Ivana, Clifford Ferdinand Huwae siswa kelas III SMA Negeri 57 Kabupaten Malteng mengaku, bersama dua rekannya itu utamakan percaya diri saat bertugas. Meski memang ada sedikit menegangkan saat penurunan bendera.

“Sudah terjadi dan agak menyesal sedikit tapi mau bagaimana. Itu jadi pengalaman kedepan, apalagi hanya seminggu lebih berlatih” ungkap Dwi Aditya Setiawan, kelas II SMA Negeri 1 Bula menambahkan.

Namun begitu, ketiganya tetap yakin dan percaya semua yang terjadi memberikan motivasi lebih untuk tetap memberikan yang yang terbaik bagi daerah dan bangsa serta membanggakan orang tua.

“Percaya diri dan berlatih terus. Ini sebagai jalan awal untuk kita sukses kedepan, terutama meraih cita-cita melalui anggota Paskibraka. Bangga atas proses ini,” ujar ketiganya kompak.

Tak hanya itu, orang tua Ivana pun ikut bangga anaknya bisa didaulat menjadi pembawa bendera saat upacara penurunan sang merah putih.

“Bangga sekali untuk Ivana, bisa jalankan tugas dengan baik. Karena dia sejak kecil memang berniat ingin jadi Paskibraka dan itu terwujud hari ini,” terangnya usai upacara.

Sementara itu, ketua tim pelatih Paskibraka provinsi Maluku Peltu Levi Huwae katakan, alokasi waktu latihan bagi 10 anggota Paskibraka yang bertugas saat detik-detik proklamasi, penurunan bendera serta HUT provinsi Maluku nanti ialah 14 hari, namun sudah terpotong saat gladi resik.

“Dengan waktu minim tapi ade-ade Paskibraka bisa maksimalkan dengan segala keterbatasan yang ada. Dinamika selalu ada. Kalau cuaca bagus, efeknya di angin, posisi bendera akan terputar di tiang, maupun saat hujan. Semua resiko itu sudah kita latih sebelum hari H dan bisa kita antisipasi,” pungkasnya.

Diketahui, saat upacara penurunan bendera merah putih di Lapangan Merdeka, Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno menjadi Inspektur upacara. Sementara komandan upacara yakni Letkol Laut (KH) Rein Wilhem Leimena dari Lantamal IX Ambon. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed