by

Seminggu, 4500 Orang Masuk Ambon Lewat Laut & Udara, 4 WNA

-Kota Ambon-3,976 views

AMBON,MRNews.com,- Tercatat sedari 29 Maret-3 April 2020, kurang lebih 4500 orang masuk ke Kota Ambon. Baik melalui kapal laut singgahi Pelabuhan Yos Soedarso maupun Bandara Internasional Pattimura. Empat (4) orang diantaranya warga negara asing (WNA) berasal dari Perancis, Italia dan China.

“Sampai hari ini, pagi tadi, setelah pemberlakuan maklumat Gubernur Maluku yang intinya poin pertama menunda perjalanan dari dan ke Maluku. Ada 4.500 penumpang baik dari pelabuhan Yos Soedarso maupun bandara Pattimura yang turun di Kota Ambon,” jelas ketua harian pencegahan dan penanganan Covid-19 Maluku Kasrul Selang kepada awak media di kantor Gubernur Maluku, Jumat (3/4/2020).

Dari jumlah itu diakui Kasrul, 500-an orang yang diisolasi pada fasilitas yang disiapkan gugus tugas. Diantaranya Balai Diklat Agama, BPSDM, Diklat pertanian dan LPMP Maluku. Hingga kini, tersisa 102 orang yang masih diisolasi dan masuk kategori sebagai pelaku perjalanan.

“Pengawasan di bandara juga pelabuhan semakin kita perketat. 4 WNA itu dua orang wisata, satu mau kerja di Bula namun karena pabrik tidak beroperasi mereka besok mau kembali. Yang datang tidak bisa dihindari,” ungkapnya.

Sementara 4000 sisanya kata dia, yang harus isolasi mandiri dan ditengarai sebagian besar adalah mahasiswa yang ada di Ambon. Ini menjadi tanggungjawab semua pihak termasuk media untuk mengawasi. Sebab isolasi mandiri sangat penting. Beda kalau pada fasilitas yang disiapkan lebih mudah karena diawasi. Namun di rumah, sulit diawasi termasuk soal aktivitasnya.

“Kalau di kabupaten/kota bisa ketat melakukannya, maka hal ini bisa ditangani. Katong merasa isolasi mandiri ini akan berjalan optimal kalau mahasiswa ini juga mengambil peran aktif. Mahasiswa menjadi simpul sangat penting. Ketika pulang, maka dia menjadi penggerak di desanya sendiri. Kalau di desa ditengah-tengah kota Ambon yang heterogen ini, minimal dia dengar-dengaran RT setempat,” akui Sekda Maluku itu.

Namun, pantauan media ini di pelabuhan Yos Soedarso dan Bandara Pattimura, petugas yang melakukan pemeriksaan dan pendataan serta pengawasan terhadap naik turun penumpang masih belum seluruhnya dilengkapi alat pelindung diri. Termasuk diantaranya para kaum buruh kapal. Serta belum diterapkannya phisical distance (jarak fisik) secara maksimal dikedua pintu masuk keluar utama itu. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed