by

SELAMAT DATANG, KAU yang PERGI (Bu Max Pattiapon)

oleh : Hendry Nofry Pasalbessy

AMBON,MRNews.com,- Tidak mudah memimpin GMKI Cabang Ambon melintasi situasi sosial konflik horizontal yang beringas dan cukup membekas.

Ada dua orang hebat dalam beta pandangan yang mampu melaluinya secara mengagumkan. Bu Max Pattiapon (berpasangan Bu Andre Manusiwa) serta Bu Vecky Palijama (berpasangan Usi Atriana Pattiwael).

Bu Max Pattiapon! Nama dan kehebatan loyalitasnya lebih dulu melenting di beta pendengaran dan itu jauh mendahului interaksi personal dengan Bu Max. Adalah Bu Eje (Christ Lailossa) yang menghampirkan nama Bu Max di beta telinga saat menjajaki GMKI di Komisariat Fisip Unpatti bersamaan rencana masa perkenalan (Maper) yang akan menyertakan beta.

Berjumpa dan mengoptikasi jejak keseharian Bu Max lah yang mengantar beta mulai mencintai dunia “Pendidikan Kader” yang ketika itu memiliki nomenklatur kelembagaan bidang “PKK” (Pendidikan Kader dan Kerohanian).

Pada bidang ini pula lah akhirnya beta memulai panggilan struktural yang ternyata dikemudian waktu menjadi dimensi dominan dalam berGMKI (memulai jabatan di komisariat sebagai Ketua Bidang PKK dan mengakhirinya di GMKI Cabang Ambon sebagai Ketua Bidang Pendidikan Kader).

Ada 4 orang hebat yang mengisi beta dengan perspektif dan substansi pendidikan kader GMKI yang kebetulan semuanya berasal dari komisariat Exakta I (Bu Max, Bu Anes Riupassa, Bu Rendy Soissa dan Bu Victor Palijama).

Selain Bu Anes Riupassa, sangatlah mungkin, Bu Rendy Soissa dan Bu Vipal adalah efek nyata eksistensi kekaderan dan pengkaderan Bu Max.

Apa yang beta temukan secara personal dari Bu Max? kesahajaan seorang kakak yang menggurui sebagai teman, kecerdikan mengelola perbedaan melalui pendekatan psikologis tanpa sekat.

Serta satu hal langka yang mungkin sulit ditemukan pada sekian banyak kader GMKI lain yakni ketangkasan menangkis tantangan-tantangan finansial bagi operasionalisasi pelayanan GMKI Cabang Ambon.

Bu Max adalah perwujudan keseimbangan yang setara dalam karakter kepemimpinan yang terus-menerus mampu menghisap kerinduan kader’s untuk kembali dan beraktifitas di “Rumah Tua” manakala idealisme meledak-ledak Bu Andre Manusiwa terasa memantik rasa tawar hati (yang tentu saja menyimpan maksud baik).

Sungguh suatu persembahan hidup penuh keseimbangan yang ritmis bagi dinamika berkader.

Bersentuhan aktifitas dengan Bu Max mengandung makna memasuki kemendalaman berkampus, bergereja dan berGMKI secara sesungguhnya sebab “Dia bagai bentangan luas anugerah Tuhan” hingga tidak pernah ada solusi yang buntu dari tiap hadirnya peristiwa-peristiwa berat organisasi meski tahun-tahun kepemimpinannya tidak lain tahun-tahun yang menakutkan akan masa depan kemahasiswaan kami.

Pernah sekali beta dimarahi ketika menolak disuruh orasi di depan pintu Baeleu DPRD Karang Panjang hanya karena beta lebih memilih ada dalam tim dialog diplomasi dengan anggota DPRD Provinsi, namun pada waktu yang lain pernah juga menggratiskan beta seperangkat Topi, Emblem dan Buku Saku (AD/ART) disertai atensi mendidik.

Beberapa kali juga diberi uang transport untuk ke kampus Poka dari “Rumah Tua” meski dia tahu persis kadang “meminta uang” itu hanyalah intrik dan kesengajaan penuh kebohongan.

Tepat di momentum itulah Bu Max sementara memosisikan keberartian dirinya sebagai kakak, sahabat dan pemimpin.

Terlalu banyak jika harus dituangkan, tidak akan pernah cukup! “SUNGGUH HEBAT SENIOR YANG SATU INI!”.

Akhirnya, seorang senior iconic karena ketampanan nan rapi itu,…

Kakak bertawa manis dan mampu menenangkan gejolak temperamental banyak komisariat itu,…

Pribadi bertangan dingin yang telah melahirkan banyak kader GMKI prestisius itu,… TELAH PERGI!

Dia pergi secara reeksistensi karena tepat disaat denyut jantungnya berhenti berdetak, nafasnya berhenti berdesah, dan tubuhnya kembali ke tanah sebagai hakikat sekandungnya,…

Bersamaan itu nilai dan potongan-potongan kilau memorial yang baik dan bermutu menyatu membentuk mozaik indah yang kini hidup dan terpampang absolut untuk dibaca dan dilestarikan bagi esoknya GMKI.

Suatu kenyataan baru yang tidak akan sanggup dirintangi penghalang apapun bahkan oleh kebencian sekalipun.

Selamat jalan atas bujur tubuhmu Kakaku….

Selamat datang memori-memori eksistensimu di hidupku dan GMKI kita. (**)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed