by

Selama 35 Menit, 18 Adegan Diperagakan Tersangka Bisnis Surat Genose Palsu

AMBON,MRNews.com,- Empat (4) tersangka bisnis surat Genose Covid-19 palsu melakukan reka ulang adegan selama 35 menit dalam proses rekonstruksi yang dilakukan pihak Direktorat penyidik Reskrimum Polda Maluku di Bandara Pattimura Ambon, Kamis (3/6).

Keempat tersangka, dua orang yang bekerja sebagai petugas Bandara Pattimura Ambon yakni R (26) dan M (38), serta R (49) dan H (34) yang adalah pegawai travel di Jalan AY Patty Ambon memperagakan total 18 adegan.

Rekonstruksi dimulai sedari pukul 17.00 dan berakhir 17.35 WIT, terpusat pada satu titik yaitu lokasi pengambilan Genose Covid-19 lantai II perkantoran airlines Bandara Pattimura dipimpin Kabag Wasidik Ditreskrimum Polda Maluku AKBP Adolof Bormasa.

“Sekitar 18 adegan yang diperagakan empat tersangka. Mulai dari proses travel, ada penumpang yang beli tiket di travel, kemudian dari pihak travel menunjukkan tempat untuk ambil tes Genose,” tandas Bormasa usai rekonstruksi.

Dalam reka ulang tersebut, kata Bormasa, peran keempatnya ada yang sebagai pemilik travel, pegawai travel dan sebagai pelaksana.

Bormasa membantah dua dari empat tersangka bukanlah bagian dari PT Angkasa Pura tapi merupakan tenaga harian lepas (THL) Bandara Pattimura.

“Dua orang kerja di Bandara, dua lain kerja di Travel. Kita hadirkan hanya empat orang karena berhubungan dengan Genose yang lokasinya hanya di Bandara,” sebutnya.

Ditegaskan, berdasarkan pengakuan tersangka, surat Genose Covid-19 palsu sudah dibuatkan sebanyak 10 kali sejak awal April 2021 beraksi.

“Mereka mulai beroperasi sejak awal April. Jadi kurang lebih sekitar 10 kali lah diterbitkan surat Genose palsu itu.

Bormasa katakan, proses rekonstruksi pertama ini digelar tertutup semata hanya untuk kepentingan penyidikan. Serta diperlukan sterilisasi lokasi sehingga semua bisa berjalan lancar.

“Ini untuk kepentingan penyidikan. Lagipula teman-teman diatas (penyidik-red) itu perlu sterilisasi makanya dibatasi jumlahnya. Data dan dokumentasi kita akan diserahkan ke Kabid Humas, nanti teman-teman bisa dapatkan di beliau,” jelas mantan Kapolres Tanimbar itu.

Ditambahkan, rekonstruksi untuk melihat sejauh mana keterlibatan para saksi dan tersangka serta pihak lain yang terlibat sehingga jelas.

“Agar ketika berkas perkara ini kita kirimkan ke teman-teman di Kejaksaan, mereka pahami. Itu sangat membantu mereka, Jaksa Penuntut Umum untuk membuktikan perkara ini sampai di pengadilan,” akuinya.

Bormasa mengakui tidak menutup kemungkinan ada reka ulang adegan kedua dan selanjutnya. “Bisa. Tidak menutup kemungkinan ada lanjutan,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed