by

Selain Kesehatan, Bidang Lain Dijajaki Ambon-Vlissingen

-Kota Ambon-383 views

AMBON,MRNews.com,- Kota Ambon dan Vlissingen, Belanda adalah dua kota saudara (sister city) yang selama ini melakukan kerjasama di bidang kesehatan. Kerjasama itu dipastikan terus berlanjut meski masih Ambon masih diperhadapkan dengan duka atas kepulangan istri Wakil Walikota, almarhumah Iffah Karlina Syarif yang wafat di Amsterdam, Senin (10/6/19) ketika akan berkunjung ke Vlissingen dengan Walikota-Wawali guna memaksimalkan kerjasama bidang kesehatan. Tak hanya kesehatan, bidang lain pun dijajaki kerjasama dua kota kembar itu kedepan.

Walikota Ambon, Richard Louhenapessy mengatakan, pihaknya ke Vlissingen untuk memenuhi undangan balasan Walikota-Wawali Vlissingen, guna memaksimalkan kerjasama di bidang kesehatan. Ini penting, sebab Vlisingen-Ambon merupakan sister city terbaik dalam catatan selama ini oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), sehingga harus jadi percontohan. Apalagi cuma perbaharui nota kesepahaman atau MoU, tidak ada MoU baru tapi sesuai format yang ditetapkan Kemendagri.

“Tidak ada pembicaraan lain, hanya perbaharui sebagai tindaklanjut hubungan itu. MoU tetap berlanjut, Walikota-Wawali Vlissingen mengunjungi/melayat kita di Amsterdam. Sangat rugi kalau kita tidak lanjutkan. Siapa yang mau kasih pengobatan gratis tiap pengobatan. Ini buat rakyat, masyarakat kalangan bawah. Ini juga hasrat besar masyarakat Maluku di Vlissingen, untuk bisa berbuat sesuatu bagi masyarakat Ambon. Kita cuma tampung dan salurkan secara proporsional,” ujar Walikota kepada awak media di Ambon, Selasa (18/6/19).

Kemungkinan penjajakan lain selain kesehatan, diakuinya dalam MoU ada pendidikan, sosial ekonomi dan parawisata. Sehingga bisa, tergantung komunikasi lanjut dan evaluasi dilakukan. Sementara kesehatan menjadi kebutuhan urgen masyarakat yang sulit terhindarkan. Pasalnya, masyarakat begitu membutuhkan bakti sosial dari dokter-dokter Vlissingen untuk kegiatan Urologi, operasi plastik, mata, bibir sumbing, karena dampaknya luar biasa buat masyarakat kota Ambon.

“Kalau kamu (wartawan) tidak Urologi, tapi orang lain bagaimana. Coba bayangkan, Urologi itu tiap kali warga datang 100 orang operasi, sekali operasi kalau mereka operasi ke Makassar akan habiskan Rp 30 juta. Sementara yang Ambon-Vlissingen lakukan ini gratis. Kalau 100×30 juta, maka 3 miliar. Pastinya mereka yang ikut operasi bersyukur. Sebab semua gratis. Itu juga bagian dari pelayanan publik pemerintah kepada masyarakat,” beber Louhenapessy.

Memang tambahnya, persyaratan sekarang agak ketat untuk dokter luar datang ke Indonesia guna bakti sosial berupa pengobatan gratis, sebab harus ada persetujuan IDI dan pihak lain. “Karena itu saya sudah minta waktu ketemu Menlu. Seharusnya tanggal 14 Juni ibu Menlu sudah bersedia terima saya, cuma karena kita duka jadi ditunda. Selain Menlu, saya juga minta dari kantor staf kepresidenan (KSP) untuk jelaskan ini. Karena hubungan Ambon-Belanda agak berbeda dengan kota-kota lain. Mudah-mudahan pada waktunya semua bisa berjalan lancar dan aman,” kunci dia. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed