by

Sebulan Lebih Jabatan Walikota-Wawali Ambon Berakhir, DPRD Gelar Paripurna

AMBON,MRNews.com,- Satu bulan 17 hari lagi, Richard Louhenapessy dan Syarif Hadler akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Walikota dan Wakil Walikota Ambon periode 2017-2022 pada 22 Mei mendatang. Karena itu, DPRD Kota Ambon menggelar sidang paripurna pengumuman akhir masa jabatan keduanya, Senin (4/4).

Paripurna ke-3 masa sidang II tahun sidang III 2021-2022 ini dipimpin Ketua DPRD Ely Toisuta, didampingi Wakil Ketua Gerald Mailoa dan Rustam Latupono, dihadiri Walikota dan Wakil Walikota, Sekkot Ambon Agus Ririmasse, Forkopimda Kota Ambon dan pimpinan OPD Pemkot.

Toisuta dikesempatan itu katakan, banyak prestasi telah ditorehkan Louhenapessy dan Hadler selama hampir 5 tahun memimpin Kota Ambon. Sebab itu DPRD patut memberi jempol dan apresiasi tinggi atas apa yang telah dilakukan untuk rakyat kota ini.

“Keduanya telah menunjukan kesejatiannya sebagai pemimpin yang merakyat dan rendah hati. Kalau dimungkinkan mereka pasti masih ingin melanjutkan karya dan pengabdian untuk kota ini, namun Undang-undang jelas telah mengatur dan menetapkan masa jabatan dan periodesasi pemerintahan di Negara ini,” jelasnya.

Paripurna pengumuman dan pengusulan pemberhentian Walikota dan Wawali Ambon sebutnya, merujuk pada surat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor 131/2188/OTDA perihal usul pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil kepala daerah yang masa jabatannya berakhir tahun 2022, serta surat Pemerintah Provinsi Maluku nomor; 131/860 bersifat sangat penting, perihal : persiapan akhir masa jabatan Walikota/Wakil Walikota.

Serta Undang-Undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah pasal 79 ayat (1) yang menegaskan; pemberhentian kepala daerah dan/atau wakil kepala daerah sebagaimana dimaksud dalam pasal 78 ayat 1 dan 2, dalam hal ini Walikota dan Wakil Walikota, diumumkan oleh pimpinan DPRD Kota dalam rapat paripurna dan diusulkan pimpinan DPRD kepada Mendagri melalui Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat.

“Dalam waktu paling lambat, usulan penetapan pemberhentian ini, adalah 30 hari sebelum masa jabatan selesai,” ujar politisi Golkar itu.

Mengingat keterbatasan waktu, pihaknya berharap, Walikota dan Wawali untuk dapat memaksimalkan pelaksanaan kegiatan yang telah dituangkan dalam RPJMD 2017 – 2022 dan menyelesaikan agenda-agenda penting lain diantaranya pemilihan dan pelantikan Kepala Desa/Raja untuk mengisi kekosongan pimpinan pemerintahan di desa/negeri di Kota Ambon.

“Juga kami mintakan agar disisa waktu ini, saudara Walikota dan Wakil Walikota dapat menyusun cetak biru (blue print) pelaksanaan pembangunan selama masa jabatan, yang dapat menjadi pedoman bagi Walikota dan Wakil Walikota terpilih dalam upaya kesinambungan pembangunan kota Ambon kedepan,” harapnya.

Sementara itu, Walikota Ambon Richard Louhenapessy mengenang lima tahun lalu, Mei 2017, ketika dirinya pertama kali menjadi orang nomor satu di kota ini pada periode kedua bersama Syarif Hadler dan berpidato di forum sidang paripurna DPRD.

“Momen itu kembali terjadi lagi hari ini sekaligus kami ingin tegaskan bahwa hanya waktu dan keadaan yang berubah, tetapi semangat, tekad dan komitmen saya dan pak Syarif Hadler untuk Terus Benahi Ambon tidak pernah surut sampai batas akhir pengabdian kami,” ungkapnya diikuti tepuk tangan audiens paripurna.

“Sebab bagi kami, ‘kepemimpinan itu tindakan, bukan jabatan dan kami akan memposisikan diri sebagai ‘pemimpin yang melayani sampai hari terakhir pengabdian kami’,” ujarnya.

“Bahkan bagi kami, pengabdian untuk Ambon tak akan pernah berakhir seiring berakhirnya masa jabatan kami nanti sebagai Walikota dan Wakil Walikota Ambon,” pungkas Louhenapessy. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed