by

Sebabkan Kemacetan, Dishub Minta Pertamina Segera Kondisikan SPBU

AMBON,MRNews.com,- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon meminta pihak PT Pertamina (Persero) wilayah Maluku agar segera mengkondisikan ulang sejumlah SPBU yang sering menjadi titik penyebab antrian panjang berbuntut kemacetan.

Sebab, aturan yang dibuat SPBU cukup membuat resah masyarakat, termasuk para sopir angkutan kota (Angkot) di Kota Ambon yang kemudian berdampak pada turunnya pendapatan mereka ditengah kondisi Pandemi Covid-19.

“Antrian panjang kendaraan yang berbuntut kemacetan salah satunya karena penjualan premium yang diatur dengan waktu dari SPBU. Ini resahkan masyarakat yang pada akhirnya kami disalahkan. Padahal itu tupoksi Pertamina untuk diatur ulang,” beber
Kepala Dishub Kota Ambon Robby Sapulette.

Pihaknya akui Sapulette, sudah sangat berupaya keras dalam mengurai kemacetan di Kota Ambon. Tapi, jika tidak ada kerjasama dari pihak terkait seperti Pertamina dan SPBU, otomatis akan sia-sia.

“Salah satu jalan keluarnya yah jangan batasi penjualan premium hanya dua jam, sebab yang susah nanti kita di Dishub. Mestinya buka penjualan premium sepanjang waktu operasional SPBU,” tandasnya kepada awak media di Ambon, Minggu (22/8).

Sapulette mencontohkan, seperti di SPBU Passo, Pohon Pule, di Kawasan Waihaong dan Kebun Cengkeh, biasanya pada jam-jam tertentu antriannya bisa panjang sekali, dan mengganggu kelancaran arus lalulintas.

“Ini kan karena pembatasan oleh Pertamina yang diturunkan ke SPBU soal BBM jenis premium. Membuat Angkutan Kota pasti banyak yang datang antri, apalagi diwaktu siang-sore,” jelas Sapulette.

Jika SPBU tetap dengan aturan menjual SPBU pada waktu tertentu, kemacetan di Kota Ambon pada titik tertentu juga menurut Sapulette, akan semakin sulit dihindarkan.

Karena itu, dirinya menyarankan agar pihak Pertamina dan SPBU agar bisa melakukan penjualan BBM jenis premium, selama waktu operasional.

“Tidak bisa dilakukan penjualan hanya dua jam. Karena seluruh Angkot akan menuju SPBU untuk antri. Makanya, penjualan itu harus dilakukan sepanjang waktu operasional SPBU,” pungkasnya.

Sebelumnya, ketua komisi II DPRD Ambon Jafri Taihuttu mengkritisi program Langit Biru dari Pertamina. Sebab program itu dipandang tidak berefek positif ke semua masyarakat terkhususnya sopir Angkot.

Pasalnya, khusus Angkot yang jumlahnya ratusan harus antri di jam-jam khusus mengisi Premium hanya di 2 SPBU, Passo dan Soabali/Pohon Pule, titik program Langit Biru. Hal itu membuat pendapatan supir Angkot turun padahal harus menghidupi tiga “dapur”.

“Kami harapkan Premium tetap ada, Pertamina harus komitmen. Kami juga minta ke Pertamina serahkan data base kuota BBM 2021 serta realisasinya. Agar kita bisa kontrol. Karena infonya mereka jual sudah lampaui kuota dan data itu tidak pernah diberi. Nanti kita on the spot,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed