Sampah & HIV/AIDS Bakal Diseriusi Sidang Klasis Kota Ambon

AMBON,MRNews.com,- Masalah sampah khususnya plastik dan HIV/AIDS bakal menjadi bahasan serius di Persidangan ke-43 Klasis GPM Kota Ambon yang terlaksana di Jemaat GPM Menara Kasih, Minggu (3/3/19) hingga Senin (4/3/19). Pasalnya tingkat penggunaan sampah plastik khususnya dan HIV/AIDS di Kota Ambon sangat tinggi. Disamping pula masalah eksternal umat lainnnya seperti tingginya angka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), perselingkuhan, perceraian, seks bebas, judi, miras dan narkoba. Hal itu diungkapkan Ketua Klasis Kota Ambon, Pendeta Nick Rutumalessy.

“Ini jadi sidang terakhir bagi Majelis Jemaat di periode 2015-2020. Karenanya, sejumlah persoalan eksternal umat harus mendapat perhatian serius kita. Yakni tingginya HIV/AIDS dengan 72 ODHA di lingkup klasis, misalnya Belso 6 kasus, Mangga Dua 12, Skip 6, Batu Meja 7, Urimesing 6, dimana 7 ibu rumah tangga positif AIDS. KDRT, perceraian, perselingkuhan, seks bebas, judi, miras, narkoba, penanganan sampah, sehingga di sidang kita hindari penggunaan aqua dengan botol air. Juga problema kemiskinan dan kesejahteraan. Sebab dalam perjumpaan, ditemui banyak warga masih ada dua hal itu. Mari kita dukung kinerja Pemkot Ambon terhadap semua masalah sosial tersebut,” tandasnya. 

Sementara masalah internal kata Nick, kurang terlibatnya umat dalam peribadahan, munculnya warga gereja ganda (harus jadi evaluasi, apa yang salah dengan pelayanan dan cara ibadah GPM), akurasi data jemaat, perencanaan keuangan tidak berbasis data riil, perkembangan IPTEK mempengaruhi umat dan menghadapi tahun Pemilu, umat harus diajak gunakan hak politik dengan baik. “Perkuat keluarga dari pengaruh negatif luar. Jaga keutuhan hidup orang sodara, beda pilihan di Pemilu bukan berarti merusak keutuhan hidup,” paparnya.

Sedangkan MPH Sinode GPM, Pendeta Hengky Siahaya dalam arahannya sebelum membuka sidang menyatakan, persoalan umat dan pelayanan yang dihadapi baik secara internal maupun eksternal itu, harus benar-benar menjadi perhatian sehingga menghasilkan solusi dan penanganannya. Selain itu, partisipasi pada pesta demokrasi Pemilu 2019 harus didorong sebagai kewajiban warga gereja selaku warga negara.

“Pilihlah sesuai hati nurani. Doakan Pemilu sukses dan yang terpilih pun orang pilihan Allah. Penting, ini sidang terakhir MJ periode 2015-2020. Gunakan dengan sungguh sebagai pengabdian terakhir, memberi diri secara utuh bagi pelayanan Tuhan. Doakan supaya pemilihan Majelis Jemaat di 2020 berjalan lancar,” tukasnya.

Sedangkan Sekretaris Kota, A.G Latuheru menegaskan, sidang jadi wahana evaluasi, konsolidasi dan komunikasi antar pelayan atas masalah umat. Dalam mengusung visi Ambon Harmonis, Sejahtera dan Religius, Pemerintah Kota terus mengajak semua warga kota termasuk di klasis ini untuk mendukung program dan kebijakan yang diputuskan. Bahwa harus diakui pula, warga klasis kota Ambon partisipatif dalam pembangunan kota.

“Persoalan sampah, kita senantiasa lakukan penanganan secara masif. Hanya kami minta buanglah sampah pada tempatnya dan tepat waktu. Sebab targetnya akhir tahun ini, tidak ada lagi sampah di sungai dan sudah ada warga yang berenang. Pasalnya beberapa sungai sudah punya komunitas dan kerja tanpa dibayar. Juga masalah tingginya HIV/AIDS bisa jadi perenungan bersama di sidang ini. Karena semua ini tanggungjawab bersama kita,” pungkas Latuheru. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *