Rusunawa ASN Nania, Implementasi Program Jokowi-JK

AMBON,MRNews.com,- Pembangunan rumah susun sewa (Rusunawa) bagi aparatur sipil negara (ASN) di seluruh Indonesia termasuk untuk kota Ambon yang berada di Desa Nania, Kecamatan Baguala adalah implementasi program pembangunan sejuta rumah masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, termasuk pembangunan rumah bagi ASN. Rusunawa yang dibangun pun sudah dimodifikasi sedemikian sehingga menyerupai sebuah apartemen.

Direktur Jenderal (Dirjen) Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid mengatakan, Rusunawa ini diprioritaskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, yang memiliki penghasilan dibawah Rp 7 juta. Selain ASN juga diperuntukan, karena banyak ASN tidak mempunyai rumah sendiri bahkan ada rumah sendiri tapi jauh dari tempatnya bekerja. Semua akan dibiayai pemerintah daerah setempat, hanya sistemnya sewa.

“Dibangunnya Rusun yang representatif bagi ASN karena ingin menyediakan fasilitas baik yang berdampak pada peningkatan kualitas kinerja ASN. Dilihat dari topografi Ambon, tidak memungkinkan untuk pembangunan horisontal/landed sehingga kedepan pembangunan harus berupa apartemen atau hunian bertingkat, vertikal,” kata Khalawi saat meresmikan Rusunawa Nania, Selasa (13/8/19).

Tak hanya ASN, para medis juga sebutnya, tidak punya rumah dinas. Ini akan jadi perhatian dan disiapkan sambil menunggu permintaan dari kementerian kesehatan. Sebab salah satu masalah adalah lahan untuk membangun rumah dinas itu. Sedangkan terkait keberadaan rumah kumuh di Ambon, dirinya berjanji akan membantu lewat program bedah rumah di tahun ini lewat surat permohonan bantuan yang dikirimkan pemerintah kota (Pemkot) Ambon. “Saya harap kepala dinas terkait secepatnya mengirim surat agar segera saya disposisi,” harapnya.

Sementara, Walikota Ambon Richard Louhenapessy mengakui, ajakan Dirjen itu merupakan peluang dan hanya kepala daerah tolol saja yang tidak bisa memperhatikan kepentingan rakyatnya sendiri. Peluang inilah yang harus ditangkap untuk pembenahan rumah kumuh bahkan juga bisa dibantu bagi rumah-rumah khusus para perawat di kota Ambon. Maka pemerintah provinsi diharapkan juga bisa membangun beberapa unit di kawasan Wailela guna kepentingan Rusunawa.

Dirinya lantas memberikan apresiasi kepada kementerian PUPR atas bantuan pembangunan Rusun bagi ASN di kota Ambon yang dibangun sejak tahun 2018 berlantai empat dengan 58 unit rumah berukuran type 36. Atensi pun patut dilayangkan terkait program bedah rumah, dimana tahun ini kota Ambon mendapat 186 rumah setelah tahun sebelumnya hanya 86 rumah. Hal ini tentu mempercepat Pemkot dalam memperkecil atau mengurangi perumahan kumuh di Ambon. Kebijakan-kebijakan ini membuktikan kepedulian pemerintah pusat kepada Ambon tidak sedikit.

“Pendekatan pembangunan kedepan sangat tepat kalau sistem vertikal. Agar dengan keterbatasan lahan dalam wilayah kota Ambon tidak lagi menjadi persoalan dalam penyediaan hunian bagi masyarakat. Mengingat kondisi topologi kota Ambon 78 persen berada pada tingkat kemiringan dengan sudut yang terbentuk rata-rata 30 derajat, maka kedepan bisa mengacu pada pembangunan Rusunawa Nania dengan lahan sempit tapi vertikal dan bisa hasilkan 58 unit. Kedepan kalau memang masih ada kebijakan membangun rumah bagi ASN, Pemkot akan siapkan lahan,” kunci Louhenapessy. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *