by

RUPS Bank Maluku Komisaris Diingatkan Soal Diskriminasi

AMBON,MRnews.com -Jelang RUPS Bank Maluku April 2018, dewan komisaris bank tersebut diminta tidak meloloskan calon pengurus bank yang kerap melakoni nepotisme. Banyak pegawai bank direkrut karena pertalian keluarga.

Akibatnya banyak kasus-kasus perbankan diamankan oleh pengurus bank tersebut. Gurita nepotisme di internal Bank pelat merah ini juga kental dengan catatan diskriminasi.

Pegawai yang tidak memiliki pertalian keluarga dengan direksi bank didikriminasi. Lama bekerja di bank tersebut tapi tidak pernah mengenyam pendidikan untuk meningkatkan kualitas SDM mereka.

“Jadi teller puluhan tahun. Yang ikut pendidikan hanya grup pejabat tertentu saja,” kata sumber Serikat Pekerja PT Bank Maluku-Malut kepada Media ini, Sabtu pekan kemarin.

Ironisnya, walaupun kerap bermasalah administrasi, beberapa pegawai bank yang punya hubungan dengan direksi diamankan. Sedang direksinya sendiri menikmati fasilitas yang enak.

Fasilitas bank dimaksud, untuk pejabat bank sekelas direksi, bisa membuat orang di luar bank menjadi iri. “Mobil mewah bisa minta sendiri mau merek apa. Pajero Sport atau Fortuner tinggal bilang. Setelah turun (pensiun), bisa diputihkan jadi milik pribadi. Bagaimana orang luar bank tidak iri?,” ujar sumber tersebut.

Padahal kebijakan seperti itu harus atas rekomendasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan wajib disahkan melalui RUPS. Serikat pekerja, ungkap sumber, telah menyampaikan hal ini ke Dewan Komisaris PT Bank Maluku-Malut tapi tidak pernah diindahkan.

Sebelumnya diberitakan, RUPS Bank Maluku bakal digelar April mendatang. Perhelatan internal bank tersebut salah satunya mengagendakan pemilihan Direktur Utama, dan sejumlah posisi direksi lainnya.

RUPS di Hotel Sari Pan Pasific, 5 Februari lalu batal mengagendakan pencalonan posisi direktur utama. Padahal dua calon yang disiapkan, sudah harap-harap cemas.

Masing-masing Aleta da Costa yang kini menjabat Direktur Pemasaran dan Nadjib Burhanudin yang diberi tugas sementara menakhodai Bank Maluku sebagai Pjs, pejabat sementara.

Namun informasi internal menyebutkan, batalnya pembahasan pencalonan dirut karena jajaran pemegang saham Bank Maluku-Malut hendak merubah paradigma. Yang diinginkan adalah calon dirut dari luar institusi bank tersebut.

Batalnya RUPS memilih calon pejabat yang mengisi jabatan Dirut bank pelat merah sejak ditinggal Idris Rolobessy itu disambut baik Serikat Pekerja Bank tersebut.

“Kita ingin bank kesayangan masyarakat Maluku-Malut itu dipimpin oleh pejabat yang memenuhi syarat GCG atau good corporation governance,” ucap Kuasa Hukum Serikat Pekerja PT Bank Maluku-Malut Maurits Latumeten kepada Media ini, di Pengadilan Negeri Ambon, pekan kemarin.

Menurut Maurits, peran Dirut bank dalam menegakkan good corporate governance (GCG) sangat penting, apalagi dalam organisasi milik pemerintah daerah.

Ditandaskan, paradigma atau sudut pandang pengelola organisasi ini harus dirubah apabila menginginkan GCG. “Komitmen terhdap GCG, itu yang ingin kita tegakkan. Tapi komitmen itu kita pertanyakan, karena ada calon dirut yang kita duga punya identitas lebih dari satu,” ujar Maurits.(MR-07).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed