by

Rumah Ibadah Diharapkan Konsisten Terapkan Protokol

-Agama-219 views

AMBON,MRNews.com,- Rumah ibadah diharapkan tetap konsisten terapkan protokol kesehatan COVID-19 jika proses peribadahan berlangsung, tak saja selama dua minggu penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Ambon, tapi seterusnya guna mencegah penyebaran COVID-19.

Koordinator tim PSBB cluster keagamaan Gugus Tugas COVID-19 Kota Ambon Fenly Masawoy mengaku, sampai sejauh ini dari pemantauan rumah ibadah semua agama di kota Ambon, hanya masjid dan gereja yang dibuka untuk ibadah/sembahyang.

“Masjid selama ini tetap terbuka untuk umat, sementara gereja mungkin ada ibadah-ibadah tertentu khusus yang tidak melibatkan banyak orang. Misalnya besok (hari ini-red) ada beberapa gereja yang lakukan sidi dibeberapa klasis GPM,” kata Masawoy kepada media ini di Balaikota, Sabtu (27/6).

Pasca PSBB diterapkan, kata dia, tim turun meninjau sejauh mana ketentuan Perwali tentang PSBB pasal 29 pengecualian dengan petunjuk teknis (Juknis) dari Kakanwil Kemenag Provinsi yang telah dikeluarkan dijalankan untuk tempat ibadah baik masjid dan musholah serta gereja khusus GPM.

Hasilnya, masjid sebagian besar sudah menerapkan protokol kesehatan namun masih ada kekurangan. Sesuai Juknis harus ada petugas pengukur suhu tubuh sebelum sholat. Banyak masjid belum memenuhi. Soal jaga jarak sebagian sudah membuat, tapi ada sebagian belum.

“Misalnya di masjid Agung An-nur Batumerah Jumat kemarin. Sebenarnya dari awal sudah diterapkan tapi karena jamaahnya sangat banyak jadi susah dikendalikan. Tapi protokol kesehatan lain sudah berjalan seperti tempat cuci tangan, bahkan masjid ada yan pakai room sterilisasi,” tukas Fenly.

Demikian juga di gereja GPM khususnya, sebagian besar protokol kesehatan sudah disiapkan fasilitas mulai dari tempat cuci tangan, didalamnya sudah diatur jarak kursi satu dengan lainnya, dan diatur maksimal 20 persen dari kapasitas ruangan.

“Gereja katolik, agama Hindu, Budha, Konghucu mereka tidak ibadah di rumah ibadah secara kolektif. Tapi misalnya di Pura, kalau ada yang ibadah individu memungkinkan, tapi mereka sudah menyiapkan fasilitas kesehatan juga sebelum masuk ibadah,” tukasnya.

Dirinya berharap, yang sudah jadi kesepakatan bersama pimpinan umat beragama mengutamakan protokol kesehatan dalam peribadahan harus dipertahankan demi kebaikan bersama. “Harapan kita begitu. Kita butuh dukungan dari tokoh-tokoh agama,” tutupnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed