by

RSUP Leimena Rujukan Indonesia Timur, 40-50 Dokter Spesialis Disiapkan

-Maluku-149 views

AMBON,MRNews.com,- Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Johanis Leimena yang baru diresmikan pemberian nama oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Djuwita Moeloek menjadi rujukan RS di Kawasan Indonesia Timur. Sebab selain menjadi RS umum standar kelas B di tahap awal, tetapi juga semua pelayanan tersedia karena memiliki keunggulan-keuanggulan utama sebagai RS umum.

“Ini RS umum, jadi memang semua pelayanan ada disini. Tetapi biasanya ada unggulan-unggulannya, pertama ini daerah laut. Kita punya nanti Hiperbarik, jadi untuk orang yang nyelam kadang memerlukan fasilitas, jadi kita perbaiki. Kemudian unggulan lain nanti akan dibuat, diperluas untuk ruang pelayanan penyakit kanker dan jantung. Jadi lengkap disini,” tukas Menkes kepada awak media usai peresmian pemberian nama dan peninjauan operasi katarak, bibir sumbing dan ruangan RSUP Leimena lainnya, Rabu (16/10/19).

Terkait tenaga dokter, Nila mengaku, nanti disiapkan diawal tahun itu karena RS kelas B jadi ada dokter spesialis dasar juga sub spesialisnya sekitar 40-50 dokter spesialis. “Dengan kapasitas itu yah, memang Insya Allah disiapkan jadi rujukan RS di wilayah Kawasan Timur Indonesia,” terang Nila yang turut diamini Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes Bambang Wibowo.

Menjadi rujukan di Indonesia Timur karena menurut Nila, untuk standar RSUP baru di Ambon. Kalau Dok 2 di Jayapura milik provinsi, Sementara RSUP ini vertikal yang langsung dengan Kemenkes. “Sebenarnya ada lagi di Wamena dan Kupang, tapi belum jadi. Di Ambon ini yang pertama selesai, kita bersyukur karena awal tahun 2020 rencananya bisa segera beroperasi,” paparnya.

Ditanya kondisi Maluku yang kepulauan dan bagaimana jangkauan daerah-daerah ke RSUP dr Johanes Leimena Ambon sebagai RS rujukan, dirinya mengaku memang melihat yang disebut gugusan kepulauan ini Maluku, daerah kepulauan jelas akan beda dengan tentu di Jawa termasuk di Papua pun juga beda. Sehingga di Maluku, kota Ambon khususnya diletakan jadi RS rujukan. Maka yang coba dikembangkan nanti komunikasi ke Kemenhub dibantu Gubernur menyediakan transportasi laut yang mobile tapi juga ada RS terapung. Tetapi itu kecil, nanti juga memerlukan rujukan akan datang ke RSUP Leimena.

“Karenanya nanti di depan RS, ada pelabuhan untuk kapal bersandar dari rujukan yang melalui kapal. Jadi tidak usah putar dari darat kesini lagi, tapi kita sediakan transportasi. Tentang wacana penyiapan helikopter atau flying help care itu diutamakan di Papua. Disini juga bisa. Jadi kalau memerlukan kita angkut lebih cepat. Selama ini kami kerjasama dulu dengan swasta karena kalau punya sendiri biayanya mahal, perawatan. Sehingga kalau dengan kerjasama, ketika diperlukan kita bisa membayar biaya perjalanan itu saja,” kunci Menkes. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed