by

RR: Selama Benar, Saya Bertarung Sampai Titik Darah Penghabisan

AMBON,MRNews.com,- Wakil ketua DPRD Maluku Richard Rahakbauw (RR) bakal protes keras ke DPP Golkar mempertanyakan perihal keluarnya surat pembatalan dirinya sebagai pimpinan DPRD Maluku secara tiba-tiba sehari sebelum dilantik yang isinya mengganti dengan Rasyad Effendi Latuconsina. Selain karena bukti fisik belum diterima, hanya copian tetapi juga pergantian itu tanpa alasan atau landasan yuridis yang jelas. Padahal proses penetapan dirinya sebagai pimpinan DPRD Maluku oleh DPP hingga keluarnya surat keputusan (SK) pertama telah lalui tahapan sebenarnya.

“Saya tidak gentar terhadap siapapun, karena ini hak saya yang sudah diberikan DPP. Masa ditarik kembali tiba-tiba dan tanpa alasan jelas?. Kecuali ada kesahalan yang saya lakukan. Sepanjang tidak pernah ada kesalahan yang saya buat dan saya benar, saya akan perang sampai mati. Keputusan pertama clear, keduanya yang tidak jelas karena tidak ada alasan DPP. Jadi komitmen, saya bertarung sampai titik darah penghabisan, ketika saya benar,” tegasnya kepada awak media di Baileo Rakyat DPRD Maluku, Sabtu (26/10/19).

Dikatakan, hasil seleksi pimpinan DPRD dari Golkar sudah sesuai mekanisme. Melalui timsel DPD I dan hasil seleksi dilanjutkan ke timsel DPP Golkar, lalu dilakukan pertemuan bersama dan semuanya telah dibahas tuntas. Hasilnya pada 17 September 2019 SK DPP Golkar yang ditandatangani ketua umum Airlangga Hartarto dan Sekjen Lodewyk Paulus telah merekomendasikan Richard Rahakabauw sebagai wakil ketua DPRD Maluku periode 2019-2024. Tapi satu hari jelang pelantikan, ada surat turun dari DPP membatalkan SK awal dan mengganti dengan Rasyad Effendi Latuconsina.

“Saya anggap inkonstitusional. Artinya putusan yang keluar terakhir/kedua itu bertentangan dengan peraturan organisasi partai. Karena apa?. Harus ada penjelasan tentang alasan-alasan yuridis atau fakta hukum yang kemudian bisa membatalkan saya sebagai pimpinan DPRD. Tetapi tidak ada alasan yang menunjuk bahwa saya telah melakukan sebuah pelanggaran konstitusi dan harus diganti. Maka kita tetap jalan karena sudah ada SK Mendagri untuk penetapan saya.

“Harus ada alasan hukum. Misalnya saya lakukan tindak pidana korupsi atau sementara dalam proses hukum, yang menjadi alasan mengganti saya. Tapi saya tidak pernah melakukan kesalahan. Karena itu kalau kemudian ada surat seperti itu patut dipertanyakan karena bertentangan dengan peraturan organisasi partai. Misalnya saat itu SK keluar dan menunjuk siapapun baik pa Rasyad, Anos atau Fredy maka kita juga harus tunduk dan patuh. Maka patut dipertanyakan kepada DPP agar semuanya clear. Jangan kemudian jadi bola liar di publik yang menganggap Golkar sebagai partai besar tapi ternyata seperti ini,” sambung RR.

Munculnya persoalan itu, dirinya pun menilai ada pihak lakukan lobi-lobi tidak masuk akal dan memaksakan kehendak menggantinya. Termasuk ketua DPD Golkar Maluku Said Assagaff. “Oh iya memang dong dorong mengganti saya. Saya juga tidak tahu kenapa sampai beliau mendorong agar saya diganti, tapi saya anggap beliau orang tua. Yah silahkan mereka gabung. Siapa-siapa yang mau merongrong saya dari pimpinan DPRD, sepanjang mereka mampu lah. Padahal kita berdarah-darah untuk beliau di Pilgub lalu, sementara lainnya berkhianat. Tapi yah kalau beliau mau membunuh saya, silahkan tanya kepada rumput yang bergoyang,” ungkapnya.

Soal kemungkinan mengambil langkah gugat ke PTUN, RR mengaku perlu melihat suratnya, bukti fisiknya. Kalau memang ada, pasti ditempuh. Karena proses itu inkonstitusional. Dimana mesti ada alasan yuridis yang bisa dianggap kuat untuk pembatalan. Faktanya tidak ada kesalahan apapun dilakukan.

“Mungkin kalau saya korupsi di BNI 46 maupun fraksi, masuk logika. Tapi ini tidak ada. Saya akan menuntut hak saya dan kalau itu dipaksakan, kita PTUN. Tidak ada urusan. Karena ini sebuah kebenaran. Kalau memang saya tidak pantas, tidak layak menjadi pimpinan DPRD, no problem. Silahkan diganti. Tapi harus ada alasan jelas. Padahal ketika jadi pimpinan DPRD periode 2014-2019 sudah banyak hal saya lakukan untuk masyarakat. Itu diketahui publik, tidak perlu saya buktikan lagi. Teman-teman wartawan juga sudah tahu kinerja saya bagaimana kepada masyarakat melalui DPRD dan partai Golkar yang saya cintai,” bebernya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed