by

RMI Maluku Diharapkan Bantu Pemerintah Putus Penyebaran Corona

-Maluku-270 views

AMBON,MRNews.com,- Rumah Milenial Indonesia (RMI) Wilayah Maluku diharapkan dapat membantu pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau COVID-19, serta bisa menjadi elemen strategis untuk melawan COVID-19.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maluku Kasrul Selang mengaku, pihaknya sekarang menjaga kapasitas rumah sakit untuk merawat pasien, salah satunya dengan mengoperasikan RSUP dr Leimena yang secara khusus melayani pasien COVID-19.

“Kasus harian di Kota Ambon cukup tinggi. Awalnya 32 pasien kini sudah 129 orang terpapar COVID-19. Maka beta ajak katong lakukan Masohi Berskala Besar (MSB) dengan tado di rumah, keluar rumah pakai masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan,” ajaknya lewat diskusi online yang digagas RMI Maluku berjudul strategi melawan COVID-19 & rencana pemberlakuan PSBB di Kota Ambon, Selasa (26/5).

Sementara Ahli Utama KSP RI Febry Calvin Tetelepta menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon harus mempertimbangkan matang usulan PSBB di Kota Ambon. Sebab ada 3 konsekuensi PSBB yaitu kesiapan regulasi, pelaksanaan dan jaringan pengaman sosial.

Tak lupa, pentingnya sinkronisasi kebijakan antara pemerintah provinsi Maluku dan Pemkot Ambon terkait anggaran, SDM, kesehatan, hukum dan keamanan serta operasional.

“Daerah-daerah lain yang telah PSBB ternyata ada yang berhasil turunkan angka positif COVID-19 namun ada juga yang dianggap gagal sebab kasus semakin tinggi. 2 kunci sukses pengendalian COVID-19 yaitu pemerintah dan masyarakat. Pemerintah harus responsif, tegas, komunikatif dan terukur; masyarakat harus sadar, disiplin dan jujur. Namun keselamatan rakyat hukum tertinggi,” tegas Febry.

Sekretaris Kota Ambon A.G Latuheru mengaku, berbagai langkah sedari awal sudah dilakukan Pemkot Ambon untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 di Kota Ambon. Namun apapun kebijakan pemerintah jika tidak ditaati atau didukung masyarakat maka upaya itu tidak akan berhasil.

“Pemkot Ambon sangat membutuhkan dukungan masyarakat untuk bisa bersinergis memutus rantai COVID-19. Soal PSBB, segala syarat-syarat aturan dan data-data kajian dampak telah dipenuhi dan diusulkan pelaksanaan PSBB kepada Menteri Kesehatan RI melalui Pemprov Maluku. Hanya saja ada beberapa dokumen yang masih kurang dan Pemkot sementara menyiapkannya,” sebutnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Ambon Rustam Latupono menegaskan, kepentingan DPRD ada dua hal yaitu memastikan warga kota terselamatkan dari COVID-19 dan ketersediaan bahan pangan tetap cukup di Kota Ambon. Sebab pandemi COVID-19, tidak hanya melihat dampak kesehatan (ODP-PDP) namun aspek ekonomi masyarakat harus tetap baik.

“Pa Walikota harus membuka semua data terkait bantuan-bantuan sosial. Uang bantuan itu adalah uang rakyat jadi harus kita pastikan benar-benar sampai ke tangan rakyat. Sebab data yang diperoleh Pansus DPRD, ada sekitar 46,9 milyar anggaran yang diusulkan untuk penanganan COVID-19. Maka kita akan awasi anggaran ini dapat benar-benar sampai ke masyarakat,” tukas politisi Gerindra itu.

Akademi fakultas hukum Unpatti Dr. Jemmy J. Pieterz, SH.MH menilai, dalam situasi ini, harus ada sinergitas antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah akan mengendalikan dan untuk kepatuhan masyarakat itu muncul dari keterbukaan pemerintah supaya ada kepercayaan terhadap tindakan yang pemerintah lakukan.

Sedangkan bagi Dr. Kevin H. Tupamahu, SE. M.Sc, akademisi fakultas ekonomi Unpatti, kesehatan dan ekonomi sama-sama penting. “Mau selamatkan nyawa manusia tetapi tidak memperhatikan ekonomi masyarakat sama saja ujung-ujungnya akan ada kematian. Sebab kehidupan masyarakat sangat bergantung pada perekonomiannya,” bebernya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed