by

RL: Lawan Terberat Atlit PON Bukan Provinsi Lain, Tapi Medsos

AMBON,MRNews.com,- Ketua umum KONI Kota Ambon Richard Louhenapessy (RL) mengingatkan atlit asal Kota Ambon yang lolos mewakili Maluku ke PON XX-Papua 2021, bahwa lawan terberat dalam kompetisi, selain diri sendiri tapi info dan isu-isu di media sosial (Medsos).

“Lawan terberat saudara bukan daerah lain atau diri sendiri, tapi media sosial yang bersilweran dengan info-info atau isu hoax yang bisa meruntuhkan semangat dan perjuangan,” kata RL saat menjamu pelatih dan atlit asal Kota Ambon yang lolos PON XX di ruang Vlisingen Balaikota Ambon, Minggu (5/9).

Hal itu kata dia, patut diingatkan. Sebab atlit belum tanding tetapi tekanan Medsos soal bonus, makanan selama pemusatan latihan daerah (Pelatda) dan lainnya “diserempet”. Karenanya, diharapkan atlit tetap fokus persiapan akhir sebelum masuk medan laga dan memberi yang terbaik.

“Kalian ini duta yang turut menentukan nama baik daerah yang diwakilinya. Jaga nama baik daerah. Tunjukkan prestasi, pasti akan jadi rebutan dan tentu diberi apresiasi. Saya sudah putuskan nanti saya, pa Wakil dan pa Sekkot berangkat memberi support langsung di Papua,” urainya.

RL yang juga Walikota Ambon itu pun mengingatkan, kesetiaan dan disiplin jadi kunci utama sukses. Dengan begitu, paling tidak minimal 5 dari target 8 medali emas yakin bisa disumbang atlit PON asal Kota Ambon.

“Akibat refocusing anggaran, kita harus arif, maka kita beri uang saku tambahan Rp 2,5 juta per atlit dan pelatih. Beda kalau tidak Covid-19, bisa dapat lebih. Ini bentuk kita memberi semangat agar semua atlit dan pelatih bisa berjuang habis-habisan memberi yang terbaik di PON,” tukasnya.

Ketua Harian KONI Kota Ambon A.G Latuheru menambahkan, ada 27 atlit dan 20 pelatih dari Kota Ambon dipanggil mengikuti pemusatan latihan daerah (Pelatda) Maluku sejak Januari 2021, dengan program latihan pagi dan sore di Wisma Atlit Karpan dan Balai Diklat Perikanan Poka.

Dalam perjalanan, satu atlit anggar meninggal dunia, Evanelo Sameaputty dan satu atlit Cabor Wushu terdegradasi karena cedera dan lakukan tindakan indisipliner.

“Kontingen Maluku akan berangkat sesuai jadwal pertandingan tiap Cabor. Dari 8 medali emas target KONI Maluku, atlit kota Ambon diperkirakan minimal sumbang 5 medali. Kami percaya dengan pelatihan yang maksimal, atlit Maluku asal Ambon bisa berikan yang terbaik di PON Papua,” pungkasnya.

Mewakili atlit dan rekannya, pelatih Catur Mustafa Kamal mengapresiasi kepedulian pemerintah dan KONI Kota Ambon bagi atlit dan pelatih asal Ambon dengan memberi uang saku yang bisa jadi stimulan dalam bertanding guna memenuhi target 8 medali emas.

“Ini luar biasa. Medali adalah bonus tapi kami maju dengan optimis dan meminta penyertaan Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa. Dukungan serta doa pemerintah dan masyarakat menjadi kekuatan bagi kami untuk tampil baik dan maksimal,” kuncinya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed