by

Ritiauw ke Kostrad, Tongkat Komando Danrem 151/Binaiya Kini Dipegang Maulana

AMBON,MRNews.com,- Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Richard Tampubolon memimpin serah terima jabatan (Sertijab) dan tradisi satuan Danrem 151/Binaiya dari Brigjen TNI Arnold Ritiauw kepada pejabat baru Brigjen TNI Maulana Ridwan di Aula Slamet Riyadi Makorem 151/Binaiya, Selasa (22/3/22).

Artinya, tongkat komando Danrem kini telah dipegang Maulana yang sebelumnya adalah Waasintel KASAD bidang Intel, karena resmi gantikan Ritiauw yang kini dipercayakan menempati jabatan baru sebagai Inspektur Divisi Infanteri 3/Kostrad.

Pangdam katakan, Sertijab ini bagian dari proses pembinaan personel dan regenerasi kepemimpinan sekaligus momentum untuk membangun TNI AD khususnya Kodam XVI/Pattimura menjadi semakin adaptif, responsif, inovatif, profesional dan tangguh.

“Terima kasih dan apresiasi atas dedikasi Brigjen TNI Arnold Ritiauw yang telah selesai mengemban tugas sebagai Danrem 151/Binaiya. Selamat datang dan selamat bertugas kepada Brigjen TNI Maulana Ridwan,” tandas Tampubolon.

Sebagai pejabat kewilayahan, Pangdam minta Danrem selalu menjaga silaturahmi, menjalin komunikasi, membangun sinergitas, solidaritas dan kolaborasi baik dengan unsur-unsur kewilayahan atau pemerintah daerah dan komponen masyarakat lainnya demi wujudkan situasi yang kondusif.

“Bangun kebersamaan baik antar prajurit maupun Persit di lingkungan Korem 151/Binaiya sehingga solid dan guyub,” tukas Jenderal Bintang Dua itu.

Pangdam berpesan agar Kodam XVI/ Pattimura khususnya Korem 151/Binaiya terus hadir ditengah-tengah masyarakat dan membantu kesulitan masyarakat.

“Korem 151/Binaiya harus selalu hadir dan menjadi solusi untuk setiap permasalahan ditengah masyarakat. Hal ini sejalan dengan program Mutiara Pattimura, sehingga senantiasa menjadi pelindung dan perekat bangsa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat” jelas Pangdam.

Kepada Danrem baru, dirinya berharap agar dapat membina para prajurit dan keluarga dengan baik serta tidak berperilaku menyimpang atau melanggar hukum yang dapat berdampak kepada personel maupun satuan.

Diketahui, proses Sertijab ditandai dengan penanggalan tanda jabatan dan tongkat komando, penyerahan Dhuaja dan penandatanganan berita acara. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed