by

Pembangunan RTP Wainitu Ditargetkan Tuntas Tahun Ini

AMBON,MRNews.com,- Pekerjaan revitalisasi pengembangan skala kawasan Ruang Terbuka Publik (RTP) Wainitu Kecamatan Nusaniwe yang dibiayai APBN lewat Balai Pengembangan Prasarana Infrastruktur Wilayah Maluku Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR ditargetkan tuntas tahun ini.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Kota Ambon Rustam Simanjuntak katakan, penilaian itu karena sejauh ini pihak pengembang sudah selesai membangun jembatan. Kemudian akses jalan telah dilakukan penimbunan hingga belakang pasar Wainitu.

“Memang ini kegiatan multi years atau jangka panjang, dua tahun anggaran. Dan diperkirakan dalam tahun 2022 ini bisa selesai, diharapkan seperti itu,” kata Simanjuntak.

Dengan tuntasnya pembangunan RTP itu kata dia, maka seluruh akses dan juga kegiatan-kegiatan yang ada sampai dengan kawasan Kristian Center itu bisa selesai, termasuk lahan parkir dan segala macamnya.

“Progres di lapangan sesuai yang kita pantau sudah mencapai 55-60 persen. Kita berharap sampai tahun anggaran 2022 ini berakhir dia bisa selesai seluruh item pekerjaan yang mereka sudah desain,” terang Simanjuntak di Balaikota Ambon, Senin (7/3).

Fungsi kawasan RTP Wainitu itu ketika ditata tambah Simanjuntak, peruntukannya cukup besar dan banyak diantaranya untuk panggung musik yang menghadap kearah pantai dengan lahan parkir luas. Kemudian ada pula patung-patung musisi Kota Ambon-Maluku.

Ada pula dibuatkan Gazebo-Gazebo untuk santai lepas penat dan bisa jadi tempat rekreasi bagi keluarga serta arena olahraga yang representatif.

“Seluruhnya nanti mereka (pengembang-red) akan bikin itu. Kita berharap sekali lagi bisa selesai 2022. Kalau melihat progres kerja disana, target itu bisa tercapai. Semoga cuaca juga mendukung lah,” ungkap Simanjuntak.

Proses revitalisasi RTP Wainitu itu sendiri tambahnya, menelan anggaran sesuai reka lelang sebesar Rp 15 miliar. Tapi setelah dilakukan finalisasi berkurang menjadi Rp 11 miliar lebih penawaran.

Bahkan sebagaimana komitmen awal saat peletakan batu pertama pembangunan, bahwa masyarakat Wainitu harus diberdayakan pihak pengembang untuk kerja disitu.

“Semua lancar karena tergantung pekerja. Sebab sesuai komitmen awal saat kita peletakan batu pertama bahwa harus pemberdayaan masyarakat untuk bekerja akibat Pandemi Covid-19,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed