by

Revitalisasi Benteng Victoria Curi Perhatian Peneliti Kemenhan RI

-Kota Ambon-175 views

AMBON,MRNews.com,- Benteng Victoria sebagai cagar budaya dan saat ini menjadi markas komando Kodam XVI/Pattimura di Kota Ambon nampaknya mencuri perhatian peneliti dari Balitbang Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI.

Pasalnya Benteng itu akan direvitalisasi pemerintah kota (Pemkot) Ambon pada tahun 2021. Peneliti ahli muda Puslitbang Strahan Balitbang Gerald T.L.Toruan dan penulis disertasi “Defence Heritage” Universitas Pertahanan Jeanne Francoise pun sambangi sejumlah pihak untuk menggali persoalan tersebut, termasuk Walikota dan DPRD.

“Kita tertarik tentang revitalisasi benteng Victoria karena sempat muncul dimedia nasional. Sehingga kami ke Ambon untuk melihat dan menggali lebih dalam sejauh mana langkah revitalisasi yang dilakukan pemerintah kota (Pemkot) Ambon terhadap benteng Victoria,” sebut Jeanne.

Dalam sudut pandangnya karena disertasi tentang defence heritage yang memang menjadi intisari dari penelitian ini. Ketika benteng Victoria sukses direvitalisasi Pemkot Ambon, akan menjadi pintu pembuka bagi revitalisasi benteng-benteng atau benda cagar budaya lain di Indonesia.

Sehingga ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk berkolaborasi, bersinergi dengan semua stakeholder terutama pihak TNI-AD Kodam XVI/Pattimura yang pada akhirnya menjadikan benteng Victoria benar-benar direvitalisasi.

“Saya berkolaborasi dengan Balitbang Kemenhan supaya melihat ini tidak hanya sekedar fungsi alih lahan tapi kita harus melihat lebih dalam, bukan saja tentang lahan tapi bagaimana nilai sejarah kota Ambon bagi Indonesia dan pasca itu bisa jadi media peningkatan PAD bagi masyarakat di kota ini,” tandas Jeanne di DPRD, Selasa (11/8).

Peneliti ahli muda Puslitbang Strahan Balitbang Gerald T.L.Toruan menambahkan, proses tukar guling, Kemenhan tidak ada kaitannya. Karena itu kewenangan Pemkot dan Kodam XVI/Pattimura. Sebab dia dan Jean ranahnya penelitian yang kebetulan locusnya sama dengan rencana merevitalisasi benteng Victoria.

“Kami sudah ke Kodam dan Walikota untuk audiensi. Dari pertemuan itu, mengenai proses pembebasan lahan nanti dimulai 2021 karena tahun ini belum dianggarkan. Harapannya ada rekomendasi akhir bahwa Kemenhan perlu dilibatkan dalam setiap pengelolaan benda cagar budaya yang bernilai pertahanan yang ada disetiap kota di Indonesia,” ujarnya.

Sementara, dalam audiensi antara Gerald dan Jeanne bersama Pemkot Ambon, Walikota Richard Louhenapessy menjelaskan, hal dasar yang menjadi pertimbangan perlunya revitalisasi benteng Victoria karena memiliki nilai sejarah tentang awal berdirinya Kota Ambon.

“Benteng ini penting bagi Kota Ambon, sebab bernilai sejarah tinggi tentang Kolonialisme di Ambon-Maluku-Indonesia, maupun sejarah dunia tentang penjelajahan dunia dalam perdagangan untuk mencari rempah-rempah,” jelas Walikota di ruang kerjanya.

Mengingat begitu pentingnya benteng Victoria, maka pada Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Ambon tahun 2011-2031, sesuai Peraturan Daerah Kota Ambon Nomor 24 Tahun 2012, Benteng Victoria ditetapkan sebagai Cagar Budaya.

“Sesuai Keputusan Mendikbud RI Nomor 193/M/2017, tanggal 14 Juli 2017 tentang Cagar Budaya Nasional, salah satu peninggalan bersejarah yaitu Benteng Niew Victoria juga dijadikan sebagai Cagar Budaya Nasional. Hal ini semakin menjadi nyata dan mendasar untuk merevitalisasi Benteng Victoria,” kata dia.

Posisi Benteng Victoria yang berada ditengah kawasan Militer, dikarenakan sejak awal kemerdekaan, Benteng yang dulunya dibangun bangsa Portugis ini, kemudian diambil alih Tentara Nasional Indonesia, dan hingga kini menjadi kawasan khusus militer.

“Atas dasar itu, Pemkot kemudian membangun komunikasi intens dengan Pangdam Pattimura dan disambut baik. Begitu juga dengan Pemerintah Provinsi Maluku, DPRD dan stakeholder lain berkaitan revitalisasi benteng Victoria,” tutupnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed