by

Rencana Ground Breaking Pasar Mardika Diundur Pekan Depan

AMBON,MRNews.com,- Rencana Ground Breaking revitalisasi pasar Mardika Kota Ambon diundur ke pekan depan, dari yang sebelumnya diagendakan Minggu, 16 Januari 2022 lalu.

“Rencanannya, ground breaking lokasi revitalisasi pasar Mardika akan dilaksankan pada 24 atau 25 Januari 2022 mendatang, pekan depan,” tandas Walikota Ambon Richard Louhenapessy kepada wartawan di Ambon, Selasa (18/1).

Sayangnya, ground breaking dilakukan tanpa kehadiran Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Menteri Perdagangan (Mendag) M. Lutfi.

“Dalam komunikasi yang kita lakukan dan pihak ketiga, direncanakan, ground breaking akan dihadiri Gubernur Maluku, Murad Ismail. Menteri sepertinya tidak ada,” akuinya.

Sebelumnya kata Louhenapessy, ground breaking rencana akan dilaksankan Minggu (16/1) lalu untuk pembersihan dan segalanya. Lalu 20 Januari sudah peletakan batu pertama.

Namun terjadi perubahan karena harus ada penyesuaian jadwal terlebih dahulu dari pihak ketiga yang akan menangani proses revitalisasi tersebut.

“Itu bukan mundur itu disesuaikan dengan waktu mereka,” tegas politisi kawakan partai Golkar.

Dengan adanya proses awal ini, maka pelaksanaan revitalisasi Mardika yang selama ini mengalami pemunduran lantaran banyak alasan ini, akan dilaksankan.

“Itu berarti sudah start sudah tuh (proses revitalisasi),” kunci Walikota Ambon dua periode itu.

Sebelumnya diberitakan, Louhenapessy mengungkapkan proses revitalisasi akan segera dilaksankan. Dan dipastikan proses itu berlangsung dalam tahun i2022.

“Dalam waktu dekat ini ada ground breaking, kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama,” ungkap Louhenapessy kepada wartawan di Ambon usai memantau penataan lokasi pasar Mardika, Selasa (11/1).

Dikatakan, lokasi sekitar harus steril dikarenakan apabila proses revitalisasi berlangsung akan ada banyak aktifitas alat berat zang tentunya apabila pedagang terlalu dekat akan berakibat fatal.

“Salah satu syarat yang harus kita penuhi, mobilisasi alat-alat berat itu, harus bisa lancar. Nah, itu yang menjadi pertimbangan kita harus tertibkan,” terangnya.

Kata dia, pengertian pedagang terkait dengan langkah penertiban bahkan pembongkaran kemarin itu bertujuan baik.

“Saya betul juga memahami para pedagang yang ada tapi kita juga harus berkorban agar mendapat sesuatu yang lebih baik. Tidak ada hasil yang bagus tanpa ada pengorbanan, sehingga kita berkorban untuk 1,5 tahun ini, lalu berikut kita sudah mendapat pasar yang representatif itu yang harus kita syukuri,” ungkapnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed