by

Rayakan Hari Pers, KPID Maluku Gelar Fokus Grup Diskusi

AMBON,MRNews.com.- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Maluku melihat Hari Pers Nasional tahun 2022 dengan cara melakukan Fokus Grup Diskusi dengan seluruh Lembaga Penyiaran secara Hybrid (Online dan Offline).

FGD ini dilaksanakan selama 5 hari bersama Lembaga Penyiaran Publik (LPP), Lembaga Penyiaran Swasta (LPS), Lembaga Penyiaran Komunitas (LPK) dan Lembaga Penyiaran Berlangganan (LPB). Keseluruhan lembaga penyiaran berijin di Maluku ada 47.

Ketua KPID Maluku, Mutiara D.Utama melalui siaran pers yang diterima redaksi menegaskan dan memastikan beberapa hal penting yaitu bagi seluruh lembaga penyiaran di Maluku diwajibkan untuk menyiarkan siaran damai diseluruh Maluku baik dalam bentuk berita dan iklan layanan masyarakat.

“Seluruh lembaga penyiaran di Maluku diwajibkan menyiarkan berita dan iklan layanan masyarakat pencegahan dan penanganan Covid 19 serta berita damai” ujar Mutiara, Kamis (10/2).

Ditegaskan pula jika kesiapan lembaga penyiaran memasuki analog swich off untuk zona 1 Kota Ambon dan Kabupaten Seram Bagian Barat yang akan dimulai pada 22 April 2022 mendatang.

Tagal itu, kampanye 100 hari Maluku siaran damai dengan Hastag #MalukuSiaranDamai yang secara serentak dilakukan 47 lembaga penyiaran.

“Untuk diketahui, saat ini Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari Lembaga Penyiaran di Provinsi Maluku berasal dari 47 lembaga penyiaran berijin ini dan KPID Maluku terus mendorong agar lembaga penyiaran yang belum berproses ijin dapat memproses ijin sesuai peraturan penyiaran yang berlaku,” tandasnya.

Sehingga PNBP Maluku dari lembaga penyiaran tergolong terendah kurang lebih 2 miliar/tahun dapat meningkat menjadi lebih dari Rp 5 Miliar/tahun.

“Disisi lain PNBP secara otomatis dapat membuka lapangan pekerjaan sehingga ekonomi rakyat meningkat,” pungkasnya. (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed