by

Ratusan Petani di Ambon & Malteng Ikut Bimtek Peningkatan Komoditas Perkebunan

AMBON,MRNews.com,- Ratusan kelompok tani (Poktan) di Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) antuasias mengikut bimbingan teknis (Bimtek) peningkatan nilai tambah dan daya saing komoditas perkebunan di Manise Hotel Ambon, Sabtu (4/9).

Bimtek yang merupakan inisiasi Anggota Komisi IV DPR RI dapil Maluku Abdullah Tuasikal, menggandeng Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Pada kesempatan itu, Tuasikal katakan, kegiatan semacam ini memang didalam prioritasnya sebagai wakil rakyat guna meningkatkan kapasitas masyarakat khususnya para petani di Maluku.

“Disetiap rapat dengan Kementan, kami selalu memberi usulan agar perlu harus ada Bimtek, penyuluhan dan pelatihan bagi petani karena kita miliki potensi, tak hanya disektor perikanan tapi juga pertanian. Yang kalau tidak jalan, akan mubazir,” terang politisi NasDem itu saat membuka Bimtek.

Bangsa Eropa dahulu sebutnya, datang ke Indonesia karena ada rempah-rempah dan itu pusatnya ada di Maluku. Khusus diera saat ini, kebutuhan dunia dari Indonesia untuk komoditi pala sangat tinggi dan harus menyambut momentum itu dengan cerdas.

“Artinya, Indonesia tidak kalah cuma kurang Bimtek dan pelatihan. Maka perlu ada bimtek dan pengawasan kepada masyarakat agar ada pengalaman. Terutama edukasi pelaku usaha pertanian dan petani bagaimana sebelum Panen, panen dan pasca panen serta distribusi ke pasar,” jelas mantan Bupati Malteng dua periode.

Dikatakan, berbicara nilai tambah maka ada persaingan dan kualitas. Utamanya bagaimana mengolah komoditas perkebunan. Sehingga dirinya dan narasumber ada memberi motivasi dan semangat guna tercapainya tujuan itu.

“Harus ada motivasi dari dalam diri untuk jadi petani profesional bukan petani jadi-jadian. Mari kita mulai dari sekarang, pasti 5-10 tahun kedepan bisa berubah. Dengan konsisten menanam selain cengkeh, jagung tapi juga pala pasti akan berbuah hasil,” ajak AT, sapaan akrabnya.

Tuasikal bahkan pastikan, meski pemerintah belum, tapi dirinya akan membantu peningkatan usaha perkebunan para petani, namun jadi prioritas adalah orang-orang yang sudah ikut Bimtek, karena sudah pengalaman.

Diketahui, narasumber pada Bimtek tersebut selain dari pihak Kementerian Pertanian, ada pula Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Provinsi Maluku Jan Lekatompessy dan Fransina Latumahina, dosen fakultas Pertanian Unpatti. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed