by

Rapat Berulang, Pertamina Masih Bungkam Terkait Data

AMBON,MRNews.com.- Kebutuhan Minyak Tanah (Mitan) di Maluku menjadi hal yang disoroti Komisi II DPRD Maluku. Pasalnya sejak akhir bulan Desember 2020 hingga pertengahan bulan Januari 2021 ada terjadi kelangkaan Mitan di beberapa wilayah yang ada 11 kabupaten/kota di Maluku.

Sayangnya hingga rapat yang ketiga kalinya di gelar di ruang rapat Paripurna DPRD Maluku belum ditemukan penyebab terjadinya kelangkaan Mitan.

Pasalnya pihak Pertamina yang diwakili Lucky Hariyanto tidak terbuka soal kuota Mitan yang disuplay ke pihak distributor . Hal yang sama juga terjadi pada pihak distributor yang enggan terbuka terkait penyebab kelangkaan minyak . Padahal dari lapangan ada terjadi kelangkaan .

Anggota DPRD Maluku, Wellem Wattimena menyayangkan sikap Pertamina yang tertutup dan tidak menjawab solusi dan penyebab kelangkaan Mitan di Maluku

” Pak Lucky, kita ini mewakili aspirasi rakyat yang menjerit karena kelangkaan Mitan. Kalau data dan sikap tertutup bagaimana rapat ini bisa menghasilkan solusi yang tepat terkait kelangkaan Mitan di Maluku” kata Wattimena.

Sementara Anggota DPRD Maluku, Asis Hentihu mendesak agar ada langkah yang tepat untuk mengatasi masalah kelangkaan.

” Kalau memang Pansus adalah solusi maka perlu dibentuk untuk kita bergerak . Harus ada langkah strategis” urai Hentihu.

Sementara itu, Kadis Disprindag, Elvis Pattiselano meminta agar Pertamina bisa memberikan data terkait ekstra droping untuk mengatasi kelangkaan Mitan di kabupaten/kota.

“Kita perlu data real di lapangan berapa jumlah ekstra droping yang diberikan Pertamina untuk menjawab kelangkaan Mitan di Maluku” ujar Pattiselano.

Sementara itu, dari perwakilan Pertamina, Lucky Hariyanto berjanji akan memberikan data termasuk jatah ekstra droping seperti yang diminta untuk mengatasi kelangkaan Mitan di Maluku. (MR-01)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed