by

Rakyat Divaksin, DPRD: Tidak Ada Kata Tolak, Harus

AMBON,MRNews.com,- Vaksinasi Covid-19 di Kota Ambon kini telah masuki tahap kedua dan sudah diikuti warga lanjut usia (Lansia), guru dan tenaga kependidikan PAUD-SMP, PNS pelayanan publik termasuk wartawan.

Lantas bagaimana dengan para wakil rakyat yang duduk dikursi goyang setiap harinya di gedung parlemen Belakang Soya (Belso) akan mengikuti “jejak” ribuan rakyatnya yang sudah lebih dahulu atau malah hindari disuntik vaksin?.

Ketua DPRD kota Ambon Ely Toisuta memastikan, 35 anggota DPRD harus siap jika waktunya vaksinasi Covid-19. Sebab selain harus jadi contoh bagi rakyat, tetapi vaksin baik bagi kesehatan karena akan perkuat imun tubuh dari serangan virus.

“Sudah diwajibkan, mau dia anggota DPR, PNS, masyarakat biasa apalagi anggota DPR. Sebagai pejabat publik beta kira tidak ada kata untuk menolak divaksin karena katong akan jadi contoh untuk masyarakat lain,” jelas Ely kepada awak media di Ambon.

Menurut Ely, ketika ada jadwal terkait dengan vaksinasi bagi anggota DPRD, pihaknya termasuk staf Setwan akan siap mengikuti. Namun hingga kini belum terjadwal bagi wakil rakyat oleh dinas kesehatan.

“Katong akan menunggu saja jadwalnya kapan, tinggal disesuaikan dengan agenda agenda dewan. Teman-teman semua akan mengikuti vaksinasi itu termasuk staf, tidak ada kata yang lain,” tegasnya, Senin (22/3).

Akan tetapi keraguan atas janji para wakil rakyat yang terhormat itu muncul ke permukaan. Sebab tahun lalu pasca satu anggota DPRD kota terpapar Covid-19, tak lebih dari setengah legislator jalani Swab tes PCR. Padahal mereka masuk tracing dan traking.

“Kita akan menyurat secara resmi kepada tiap anggota untuk harus vaksin, tidak bisa tidak. Harus. Soal sanksi bagi yang tolak, sebagai pimpinan DPRD kita berikan himbauan. Bagaimana katong mau menjadi panutan kalau katong sendiri tidak lakukan hal yang sama,” janji politisi Golkar itu.

Disinggung bisa tidaknya inisiatif lahir dari DPRD untuk sodorkan nama tanpa tunggu jadwal, Ely akui hal itu harus dikoordinasi dengan kadis kesehatan lebih dulu. Apakah bisa masuk ditahap kedua atau menunggu tahap berikut. Karena stok vaksin juga pasti sudah diatur.

“Kita sesuaikan. Beta kira seng akan ada yang menolak. Kemarin sudah koordinasi dengan Kadis tapi katanya menunggu. Nanti dijadwalkan baru dinas sampaikan. Jadi katong akan ikuti apa yang diatur pemerintah mau vaksin Sinovac atau lainnya, kita ikut,” kuncinya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed