Rainer: Ambon Sudah Siap Jadi Kota Musik Dunia

AMBON,MRNews.com,- Director UNESCO City Of Music, Mr Rainer Kern menegaskan, dirinya dan Tamara Kemanski dari Polandia sebagai focal poin UNESCO setuju bahwa Ambon memang sudah siap untuk menjadi kota musik dunia tahun ini. Terbukti dari berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah kota (Pemkot) dan Ambon Music Office (AMO) baik pengembangan kapasitas bermusik para musisi, regulasi, dukungan berbagai pihak luar negeri maupun dalam negeri bahkan lokal termasuk masyarakat.

Namun memang pemenuhan persyaratan yang diinginkan sesuai aturan UNESCO harus dilakukan dalam jangka waktu yang ditentukan. Sehingga penegasan itu akan berbuah manis dengan membenahi berbagai kekurangan yang masih tersisa, agar ketika diajukan tidak ada persoalan dan bisa ditetapkan pada waktunya.

“Setelah saya dan Tamara ke Ambon untuk tahu lebih dekat kota ini setelah hanya mendengar, lalu mengunjungi berbagai komunitas musik, menghadiri dan melihat berbagai event musik, berkunjung ke pemerintah kota, melihat respons masyarakat, maka bisa disimpulkan Ambon memang sangat unik dan sudah siap jadi kota musik dunia. Tinggal syarat-syarat yang diinginkan bisa diajukan segera ke UNESCO dan Ambon harus tunjukkan ke dunia kesiapan dan kelayakan itu,” tandas Reiner saat hadiri workshop penguatan kapasitas bermusik di Marina Hotel, Jumat (24/5/19).

Dirinya lantas menyarankan dua hal ke semua pihak terkait di kota Ambon sebagai penegasan kota musik dunia bahwa Ambon harus belajar banyak dari kota-kota lain di Indonesia maupun dunia yang sudah lebih dahulu diakui, serta menunjukkan kepada kota -kota lain tentang profesionalisme, etos kerja dan nilai-nilai yang dimiliki kota Ambon yang tidak dimiliki kota lain. Sebab pekerjaan menuju kota musik dunia tidak mudah dan sempurna bagi AMO dan Pemkot hingga pada titik ini, pasti ada kelemahan.

“Kami sangat antusias dan terkesan dengan sistem yang merangkul banyak hal baik dari sisi musikalitas maupun performance. Apalagi masyarakat di Ambon juga benar-benar terlibat dalam musik dan ada koneksi dengan aspek sosial, perdamaian dan pembangunan kota. Ini yang tidak ada di kota-kota lain dan harus ditunjukkan, dikembangkan sebagai suatu ciri khas atau kelebihan Ambon yang sulit ditemui. Itulah keunikan Ambon dan patut kita apresiasi AMO, dinas dan Pemkot,” ungkapnya.

Jika semua itu dilakukan secara terus menerus dan bersinergi, tak saja berhenti ketika ada pengakuan UNESCO maka menurut Reiner, kesempatan, peluang terbuka banyak sekali bagi kota Ambon baik peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam hal musisi lewat musik, maupun mudah diterimanya Ambon ke dunia baik secara sosial, ekonomi dan investasi, budaya. Serta kewajiban untuk terus berkontribusi bagi dunia lewat musik. “Jauh lebih susah pasca ini, bukan sekarang. Kuncinya, keberlanjutan dukungan pemerintah dan masyarakat setelah jadi kota musik dunia,” tegasnya.

Direktur AMO, Ronny Loppies mengaku, pekerjaan terkini yang dikejar yaitu pengisian dosiar untuk dikirim ke UNESCO pada bulan Juli, sebagai salah satu syarat sebagai kota musik dunia. Dosiar memang hampir lengkap tapi harus beberapa dilengkapi sesuai bahasa UNESCO dan Tamara serta Reiner siap bantu. “Dukungan pemerintah, masyarakat, musisi dan media tentu diharapkan. Menciptakan ekosistem musik pasca inilah yang butuh ekstra kerja. Intinya masyarakat bisa sejahtera lewat musik. Ambon harus jadi lokomotif musik kreatif yang mendatangkan pendapatan, tak sekedar hobi,” tukasnya. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *