by

Ragukan Corona, Walikota Tantang Anggota DPRD Tinggal Bersama Pasien

-Kota Ambon-560 views

AMBON,MRNews.com,- Pernyataan Anggota DPRD kota Ambon fraksi PKB Gunawan Mochtar yang meragukan adanya virus Corona atau COVID-19 di kota Ambon sekaligus minta pemerintah beri bukti jika ada, mendapat tanggapan dari Walikota Richard Louhenapessy.

Louhenapessy pun menantang Gunawan agar jika ragu atau tidak percaya virus Corona, legislator dari dapil Ambon II itu bisa tinggal bersama pasien Corona disalah satu hotel yang jadi lokasi karantina yakni hotel Everbright.

“Saya sudah buktikan dengan begitu banyak orang yang terkonfirmasi positif. Menurut saya kalau mau dia dapat buktinya, dia bisa tinggal sama-sama dengan pasien Corona di hotel Everbright,” tantangnya saat diwawancarai di Balaikota, Selasa (11/8).

Apabila yang bersangkutan tidak berani dan masih bicara seperti itu lagi, menurut Louhenapessy, sebaiknya jangan pakai masker dan cuci tangan. Sebab jika dua protokol itu dijalankan, maka sama dengan yang bersangkutan mengiyakan adanya virus Corona.

“Lalu untuk apa mereka (anggota DPRD-red) pergi juga untuk studi banding ke luar daerah, kalau tidak untuk dalam kepentingan COVID-19. Khan tidak masuk akal,” tandasnya.

“Justru karena mereka keluar, itu memberikan dukungan penuh kepada Pemkot. Cuma ada orang per orang yang menurut saya itu perlu untuk pahami apa yang dibicarakan dengan fakta yang terjadi,” imbuh politisi Golkar.

Berarti apakah itu menunjukkan yang bersangkutan gagal paham dan tidak memberi edukasi kepada masyarakat ditengah pandemi diakui Louhenapessy, jelas tidak edukatif.

“Sama sekali tidak edukatif. Justru mengacaukan itu,” tegas Walikota.

Sebelumnya pekan lalu, anggota DPRD Kota Ambon Gunawan Mocthar kepada awak media di Balai Rakyat Belakang Soya menegaskan, penyebaran Covid-19 didunia, termasuk Indonesia khususnya Kota Ambon, hanya ajang menghabiskan anggaran negara dan daerah.

Menurutnya, jika Covid-19 itu ada, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon harus membuktikan kepada publik. Sebab yang terjadi saat ini mayoritas korban Covid-19 yang meninggal memiliki penyakit bawaan, bukan murni karena Covid-19.

“Sampai sekarang Pemkot maupun tim Gustu belum pernah memberikan keterangan kalau ada satu warga pasien Covid-19 termasuk meninggal benar-benar karena Covid-19. Yang meninggal semuanya punya penyakit bawaan,” tukas Gunawan, Rabu (5/8). (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed