by

Putra Maluku Tak Jadi Menteri, Murad: Tidak Penting

AMBON,MRNews.com,- Bagi Murad Ismail Gubernur Maluku jatah Menteri untuk Maluku pada kabinet Indonesia Maju Jokowi-Maruf Amin tidak penting. Meski pernah meminta lewat penyampaian surat langsung kepada Presiden Joko Widodo bersama ketua DPRD Maluku saat itu Edwin Huwae soal jatah itu. Apalagi Indonesia ini 34 provinsi dan tentu Presiden tidak mengakomodir perwakilan semua daerah. Tapi keputusan sudah dilakukan dan harus terima.

“Kita ini 34 provinsi. Sudah lah. Jangan cuma kita bicara utak atik menteri saja. Kalau menteri cuma di satu bidang, ini khan memerlukan semua bidang atau sektor harus maju. Jadi kalau misalnya dikasi kita menteri perikanan dan keluatan, cuma laut dan perikanan saja yang kita lihat. Lebih baik sudah kita terima,” papar Murad kepada awak media saat hadiri pelantikan pengurus Kadin Maluku di Santika Hotel Ambon, Jumat (25/10/19).

Bahkan menurut mantan Dankor Brimob itu, satu orang perwakilan Bahlil Lahadalia yang adalah mantan ketua umum HIPMI sebagai kepala BKPM RI di kabinet Jokowi-Maruf Amin lima tahun kedepan itu mau katakan sebagai orang Papua atau Maluku, tetapi masyarakat harus terima. Terpenting, saat ini kepala daerah kenal semua menteri.

“Yang penting kepala daerah itu kenal semua menteri. Itu yang penting. Saya semua menteri, saya kenal. Itu lebih penting daripada kita utak atik minta menteri. Apa. Baik kalau terpilih dia bisa berbuat yang lain. Kalau mau menteri. Satu kali minta menteri koordinator apa kek biar dia bisa berbuat,” kesal mantan Kapolda Maluku.

Diakui Murad, memang bersama ketua DPRD Maluku periode 2014-2019 Edwin Huwae pernah menulis surat langsung dan mengantarnya ke istana untuk meminta agar putera-puteri terbaik Maluku diakomodir di jajaran kabinet Presiden Jokowi dan Wapres Maruf Amin. Namun kalau ceritanya lain, dimana surat dan permintaan itu tak digubris Presiden apa boleh buat. Tentu mesti menerima sebab mungkin Presiden berpandangan lain.

“Saya tulis surat langsung bersama ketua DPRD. Tapi kalau belum dikasi kita mau apa?. Apa kita harus ribut?. Nggak penting. Yang penting kepala daerahnya kenal semua menteri dan mudah lobi. Itu yang penting. Sudahlah jangan bicara menteri lah. Pokoknya yang penting Maluku kedepan lebih maju. Ngapain satu menteri. Lebih baik kenal sama semua menteri itu lebih bagus,” ungkapnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed