by

Pupuk Langka di Aru

-Parlemen-353 views

ARU,MRnews,com.- Komisi II DPRD Maluku melakukan pengawasan di Kabupaten Aru menemukan sulitnya petani mendapatkan pupuk untuk pertanian.
Dalam kunjungan Komisi II di Desa Durjela Kilo 8 Kota Aru petani cabai rawit mengeluh sulitnya mendapatkan pupuk untuk tanaman. Alhasilnya, banyak tanaman cabai yang terlihat diserang hama bahkan mati .
“Disini susah sekali mendapatkan pupuk sehingga kita petani kesulitan untuk menanam apalagi dengan cuaca yang panas seperti sekarang” ungkap ketua kelompok tani Desa Durjela, Andi Supriyadi saat berdialog dengan Komisi II DPRD Maluku Sabtu, (8/2).

Supriyadi meminta agar ada Distribitor pupuk sehingga petani bisa mendapatkan pupuk dengan mudah bahkan dengan harga yang telah ditentukan. Jika tidak tersedianya distributor pupuk maka petani sulit untuk bercocok tanam dengan hasil panen yang memadai.

” Tahun lalu, kita mendapatkan pupuk subsidi dari pemerintah sekarang sudah tidak ada sehingga kami petani kesulitan” ungkap Supriyadi. Sulitnya mendapatkan pupuk juga diakui petani jagung hibrida yang ada di kota Aru. Keluhan disampaikan kepada Komisi II yang diberikan kesempatan untuk terlibat langsung panen jagung hibrida untuk pembibitan .

Udin salah satu petani jagung mengatakan agar diberi kemudahan dalam membeli pupuk tanaman. Diakuinya jika tahun lalu, pupuk tanaman yang dibeli petani bisa mencapai harga Rp 20.000 ditingkat pengecer padahal harga ditingkat distributor hanya Rp 8000 namun tahun ini petani sulit mendapatkan pupuk. Karena itu dirinya berharap masalah pupuk bisa teratasi.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Maluku, Saudah Tethool mengatakan masalah ketersedian distributor hingga pengecer akan dibicarakan lintas sektor dengan dinas terkait. Dirinya berharap dinas pertanian dapat menyelesaikan masalah pupuk sehingga tanaman petani bisa menghasilkan hasil yang memuaskan.

“Kita memang sudah melihat tanaman petani dengan segala permasalahan di lapangan dan akan melakukan rapat lanjutan usai pengawasan dengan dinas terkait sehingga permasalahan pupuk dapat terpecahkan. Memang dari penjelasan pendamping dinas ada berbagai masalah yang ditemui oleh pengecer pupuk terutama soal harga yang telah ditetapkan dan tingginya biaya transportasi” urai Tethool.
Dirinya berharap dinas terkait dapat segera memecahkan masalah pupuk bagi petani di Aru. (MR-01)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed