PUPR Diminta Perbaiki Jalan Rusak di Leitisel

AMBON,MRNews.com,- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) diminta segera memperhatikan dan memperbaiki kerusakan jalan yang terjadi di kecamatan Leitimur Selatan (Leitisel). Terutama di perbatasan antara desa Rutong dan Leahari yang sangat parah.

“Sebagai anak negeri Leitisel tepatnya desa Rutong, saya minta dan harapkan Dinas PUPR melihat jalan yang rusak di kawasan ini dan segera menindaklanjutinya. Karena kerusakan jalan dan belum ada perhatian sama sekali untuk perbaiki sudah setahun,” tandas Rury Moenandar, salah satu anak negeri Rutong kepada MimbarRakyatNews.com, Selasa (10/4).

Akibatnya kata Moenandar, masyarakat sering mengeluh, karena menjadi penghambat perjalanan dan aktivitas, apalagi di musim penghujan. Belum lagi jika memasuki malam hari, dengan kondisi jalan yang berlubang, rusak dan berlumpur tentu sangat membahayakan masyarakat. Bahkan tidak ada penerang di jalan juga semakin memperparah situasi itu.

“Mobil angkot juga tidak lagi mau mengangkut penumpang tujuan Leahari dan hanya sampai di Rutong. Karena jalan rusak, berlubang sehingga menghambat aktivitas masyarakat. Ini harus menjadi perhatian serius dinas terkait. Jangan sampai hanya kawasan kota saja yang diperhatikan, tetapi Leitisel tidak. Mereka juga bagian dari masyarakat kota Ambon. Infrastruktur, perhubungan dan lainnya harus merata,” tukas mantan politisi PDI Perjuangan itu.

Sejalan dengan Moenandar, Anggota DPRD kota Ambon dapil Sirimau-Leitisel, Lucky Upulatu Nikijluw mengharapkan, dinas PUPR yang berkompeten menyelesaikan masalah tersebut harus melakukan perencanaan secara matang. Karena faktanya, tidak bisa dipungkiri seperti dari perbatasan Rutong-Leahari belum ada drainase, yang berakibat bagi perusakan jalan.

“Kami berharap dinas terkait bisa mengontrol pelaksanaan kegiatan pembangunan dimaksud. Karena tak dipungkiri, sector wilayah di Leitisel itu khan masuk kawasan pariwisata, perikanan, pertanian yang mesti mendapat atensi serius oleh Pemkot. Sehingga tanggungjawab kami dari dapil Ambon 1 untuk mengawal dalam fungsi dan peran kami sesuai tugas pengawasan DPRD. Kalaupun pembangunannya terbatas oleh APBD kota, ada berbagai cara yang bisa dilobi untuk sharing anggaran,” tegas Nikijuluw.

Terhadap hal itu, Walikota Ambon Richard Louhenapessy mengungkapkan, masalah infrastruktur jalan di Leitisel menjadi bagian perhatian Pemkot Ambon, termasuk jalan rusak Rutong-Leahari dan lingkar Hukurila-Seri yang akan ditindaklanjuti beberapa waktu kedepan. Sehingga, tahun ini akan didahului dengan pelebaran jalan dari Soya sampai Hukurila termasuk mencapai daerah yang mengalami kerusakan di Leahari. Pasalnya kecamatan Leitisel mempunyai potensi alam dan tourism yang besar sehingga perlu akses lebih maksimal. Sehingga tindaklanjutnya perlu diperbesar jalannya lagi.

“Anggarannya cukup besar untuk memperlebar atau memperbesar jalan yaitu 10 miliar dari APBD Kota Ambon. Akan tetapi dengan anggaran itu, belum bisa dipastikan selesai tahun ini, karena prioritas hanya untuk diperlebar dulu. Nanti kalau sudah, baru kita tingkatkan dia pada tahun depan, begitu,” tandas Louhenapessy usai mengikuti rapat paripurna DPRD kota Ambon dalam rangka penyampaian LKPJ Walikota Ambon tentang Ranperda APBD kota Ambon tahun 2017 di Balai Rakyat Belakang Soya, Selasa (10/4). (MR-05)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *