by

Puncak HPN 2020, Presiden Sebut “Kapok” Dikritisi Pers

-Maluku-309 views

BANJARMASIN,MRNews.com,- Pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2020 di Banjarmasin- Kalimantan Selatan (Kalsel), Presiden RI Joko Widodo menyebutkan, insan pers di Indonesia adalah teman-temannya setiap hari, terutama para pewarta yang kesehariannya bertugas di Istana Presiden.

Sebab, setiap kali melakukan kunjungan kerja ke luar daerah dan luar negeri, pers selalu ikut bersama. Dikejar, dihadang atau door stop untuk kepentingan mendapat informasi bahkan untuk menyebarkan berita tentang kegiatan pemerintah ke publik, mengkritik pemerintah itu adalah pers.

“Setiap kali HPN saya berusaha untuk hadir, tidak boleh tidak. Karena kapok dikritik pers, sampai kewalahan meresponsnya. Bahkan hari ini pun yang seharusnya langsung ke Canberra, harus putar arah ke Banjarmasin hanya untuk bertemu kawan-kawan pers se-Indonesia. Benar-benar saya sadar pers adalah teman yang baik,” ungkap Jokowi, Sabtu (8/2/2020).

Sebagai pilar demokrasi keempat yang berperan penting membangun bangsa yang sukseskan mendu kung event politik Pileg-Pilpres 2019 lalu termasuk kontribusi mengajak partisipasi masyarakat untuk ikut memilih, Jokowi berharap, pers tetap konsisten memberi masukan, kritis, dan jadi penyebar informasi positif serta menyehatkan bagi masyarakat.

“Saya harap pers terus ada mendukung suksesnya Pilkada serentak 2020. Terutama menghadapi ancaman virus Corona yang jadi perhatian serius pemerintah. Pers mesti sampaikan informasi benar dan menyehatkan, bukan menakut-nakuti masyarakat. Kalau ada hoax, tugas pers memeranginya, begitu pun ujaran kebencian dan sejenisnya. Peran aktif pers sangat besar dan strategis. Dengan begiu masyarakat dicerdaskan dari informasi yang baik,” ingatnya.

Presiden lantas meminta PWI maupun organisasi pers lainnya bersinergi dengan Kemenkominfo
segera menyiapkan regulasi yang bisa memproteksi dunia pers Indonesia. Sehingga memberi asas manfaat positif bagi perkembangan dan kemajuan pers.

“Ekosistem media harus diproteksi, dilindungi agar masyarakat dapat informasi dan berita yang baik. Regulasi harus disiapkan segera. Jangan sampai terlambat dan direbut negara luar. Rugi kita,” pesan politisi PDI Perjuangan itu.

Sementara, Ketua umum PWI Pusat Atal S Depari mengaku, pers konsisten mengawal dan tegas mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat. Serta pers bertanggungjawab untuk memerangi kabar bohong atau hoax. “HPN 2020 ini selain bentuk silaturahmi insan pers se-Indonesia, tetapi juga mendekatkan pers untuk memahami karakteristik daerah, dan memberitakannya. Kita juga ingin sambut Kalsel sebagai gerbang ibukota negara,” ungkapnya.

Sedangkan Gubernur Kalsel Syahbirin Noor menyatakan pers, telah menggelorakan Kalsel dan masyarakat sebagai gerbang ibukota negara yang baru. Sebagai pilar keempat demokrasi, pers diharapkan terus ada untuk pengawal kebijakan pemerintah dan menjadi corong masyarakat.

“Kita berharap akan mendekatkan negeri ini pada kesejahteraan dibawah kepemimpinan bapak Jokowi. Kami bangga karena kesekian kalinya pa Jokowi ada di Kalsel dan sejarah mencatat, HPN 2020 ini, dihadiri lebih dari 20 Duta Besar negara sahabat, terbanyak,” harap dia. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed