by

Program PJAS Capai Target, BPOM Ambon & Pemkot Diapresiasi

AMBON,MRNews.com,- Sukses dalam implementasi program intervensi keamanan pangan jajanan anak sekolah (PJAS) di kota Ambon tahun 2019, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Ambon dan stakeholder terkait di pemerintah kota (Pemkot) Ambon diapresiasi Badan POM RI. Pasalnya, hasil capaian intervensi keamanan PJAS di kota Ambon tahun 2019 melebih target yang diberikan.

Kepala Sub Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Konsumen Badan POM RI Dini Gardenia katakan, capaian sekolah yang diintervensi di Provinsi Maluku dan Kota Ambon sebanyak 407 sekolah dari target 382 sekolah. Tentu ini melebihi target yang diberikan, dengan sekolah sasaran terdiri dari SD, SMP, Madrasah, SMA dan SMK. Namun begitu monitoring dan evaluasi yang akan dilakukan penting guna melihat berbagai hal-hal demi perbaikan kedepan.

“Kita sangat ucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya atas kerja keras yang dilakukan Balai besar POM di Ambon, beserta OPD terkait dalam implementasi program intervensi keamanan pangan jajanan anak sekolah ini. Karena melebihi target. Hasil capaian ini merupakan upaya dan kerja keras Balai POM di Ambon bersama Dinkes, Dinas Pendidikan, Kanwil Kemenag, Bappeda,” ujar Dini saat hadiri monitoring evaluasi keamanan PJAS se-kota Ambon di The City Hotel, Kamis (21/11/19).

Intervensi yang dilakukan kata Dini, diawali advokasi lintas sektor dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, dilanjutkan bimbingan teknis keamanan sekolah, sampling dan pengujian PJAS, pelatihan piagam bintang sekolah dan audit piagam bintang, serta pemberian produk informasi keamanan pangan. “Program intervensi PJAS merupakan proyek prioritas nasional dan saat ini memasuki tahun ketiga sejak 2017. Program ini upaya penguatan dan perluasan pengawasan intervensi jajanan anak sekolah,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Kota Ambon A.G.Latuheru, ada 22 sekolah di Maluku termasuk kota Ambon yang mendapat piagam bintang keamanan pangan kantin sekolah (PBKPKS) tahun 2019 oleh Balai POM di Ambon. Artinya 22 sekolah ini yang oleh BPOM Ambon jadi fokus perhatian, dimana ada 6 sekolah yang keluar sebagai juara. Namun soal itu sebenarnya bukan utama, tapi ketika memang sekolah-sekolah itu dapat bintang dan juara, maka implementasi selanjutnya di sekolah yakni keamanan PJAS harus tetap dijaga.

“Jadi hasil Monev dan kalau ada petunjuk-petunjuk dari BPOM Ambon itu mestinya dijaga supaya jajanan anak sekolah betul-betul bebas dari bahan kimia yang dilarang seperti boraks dan bahan perwarna serta pemanis. Harus digunakan yang sesusi higienis dan petunjuk kesehatan. Jangan ingin untung lalu memakai bahan-bahan tidak betul. Kalau kita sajikan PJAS tidak higienis dan memakai zat-zat kimia tertentu itu sama dengan merusak genaris kita semua,” jelas Latuheru.

Hal ini tentu kata dia, menjadi tanggungjawab bersama, bukan hanya sekolah dan BPOM tapi juga tanggungjawab komite terutama orang tua. Maka diharapkan prestasi yang dicapai 22 sekolah itu betul-betul terjaga bahan makanan yang dijual di sekolah supaya terhindar dari bahan-bahan yang dilarang. Sebenarnya terus lewat kolaborasi, bersinergi antara BPOM, Dinkes, Dinas Pendidikan, kementerian agama, lingkungan hidup dan elemen lainnya termasuk orang tua juga harus lihat.

“Kalau hari ini anak jajan apa kita harus tanya agar kita selaku orang tua tahu dalam mengontrol anak saat di sekolah. Jadi sekarang, harus kantinnya bersih dan membuat anak-anak nyaman serta makanan yang dijual variatif agar anak-anak tidak berbelanja di luar lingkungan sekolah. Karena diluar kita belum bisa menjamin jajanannya higinies atau tidak,” papar Latuheru. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed