Prihatin Bursel Tertinggal, Djawali Maju Balonbup & Incar NasDem

AMBON,MRNews.com,- Prihatin dengan kondisi masyarakat di Kabupaten Buru Selatan (Bursel) yang masih tertinggal dan hidup di garis kemiskinan, membuat Purnawirawan TNI Angkatan Darat asal Bursel Djawali Laitupa putuskan bulat maju bertarung sebagai bakal calon (Balon) Bupati Bursel Provinsi Maluku, dengan mengincar rekomendasi Partai Nasional Demokrat (NasDem).

Djawali pun mendaftar di Rumah Restorasi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem Maluku, di Kota Ambon, Selasa (8/10/2019) sore. Dirinya datang bersama tim pemenang dan diterima ketua dan tim penjaringan balon Kepala Daerah tahun 2020 mendatang pada partai besutan Surya Paloh tersebut.

Usai mendaftar, Djawali katakan, keinginannya maju sebagai Balon Bupati di Bumi Lolik Lalen Fedak Fena itu semata-mata untuk mensejahterakan masyarakat, dengan membantu menjalankan program ekonomi masyarakat yang bisa mengangkat kehidupan masyarakat ke arah lebih baik. “Kehidupan masyarakat di Bursel selama ini jauh dari apa yang diharapkan oleh mereka. Pembangunan perekonomian tidak sampai di wilayah pedesaan,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, jika pembangunan dilakukan dari pedesaan sampai perkotaan maka itu sebuah kesuksesan. Tapi selama ini, kata dia, kasihan masyarakatnya masih susah. “Seorang pemimpin harus memiliki gagasan untuk menyentuh kehidupan masyarakat kecil. Terutama ekonomi, adat istiadat dan lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Djawali mengaku melihat hal itu tidak jalan. Maka membuat dirinya berani maju sebagai Balon Bupati agar bisa membantu masyarakat. Tentu dengan harapan masyarakat mendukung untuk bersama-sama membenahi Bursel maju dan berkembang dengan mensejahterakan masyarakat dan mengeluarkan mereka dari garis kemiskinan. “Semoga saya mendapat dukungan dari masyarakat dan keinginan mulia saya ini mendapat restu dari Tuhan Yang Maha Esa,” harapnya.

Laitupa mengaku telah mengambil formulir pendaftaran untuk dipenuhi selanjutnya. Dirinya optimis dapat diusung NasDem untuk maju sebagai Calon Bupati Bursel. Tak hanya NasDem, dirinya juga akan mendaftar di partai lain jika mereka membuka peluang pendaftaran. “Kemarin sudah di partai Perindo. Saya sudah dipanggil DPP dan diwawancara Sekjen. Di NasDem, formulir dan persyaratan sudah saya ambil. Saya akan memenuhi semua permintaan yang diinginkan partai,” ujarnya.

Sementara, Ketua Tim Penjaringan Kepala Daerah DPW NasDem Maluku Abu Marasabessy mengatakan, pembukaan pendaftaran bakal calon kepala daerah telah dibuka partainya. “Setelah ini formulir yang sudah kami serahkan kepada kandidat diselesaikan dan dikembalikan untuk kita verifikasi. Kalau ada kekeliruan maupun ada syarat yang belum dipenuhi maka harus dipenuhi,” terangnya.

Beberapa persyaratan yang harus diselesaikan setiap kandidat, menurut Abu, salah satunya harus memiliki lembaga survey yang telah ditentukan Partai NasDem Maluku. Dimana ada delapan lembaga survey yang diharapkan dipilih kandidat para kandidat. Hal itu penting agar pihaknya dapat mengetahui elektabilitas setiap calon kepala daerah maupun wakil kepala daerah. “Karena kita mengusung kandidat, kita melihat elektabilitasnya dan kepopulerannya,” bebernya.

Partai NasDem, sebutnya, tidak memprioritaskan kader partai itu sendiri tetapi berpatokan kepada elektabilitas figur kandidat. Artinya semua sama, kader dan bukan. Sebab jika elektabilitasnya dianggap bisa mendongkrak calon menjadi kepala daerah, NasDem akan mendukung.

Pendaftaran ini sebut Abu telah dibuka sejak 23 September 2019 lalu. Berkas formulir harus dikembalikan pada 20 Oktober 2019 untuk diverifikasi hingga 23 Oktober 2019. “Nanti hasil verifikasi kami kirim 5 nama kandidat ke DPP untuk menentukan mana yang akan diusung partai,” pungkasnya. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *