by

Pra PSBB Bakal Diterapkan, 3 Hari Sosialisasi

-Kota Ambon-291 views

AMBON,MRNews.com,- Sebelum melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon akan menerapkan pra PSBB yang didasari Peraturan Walikota (Perwali).

Namun sebelum itu, Pemkot akan sosialisasi selama tiga hari, agar masyarakat bisa beradaptasi dengan aturan yang diterapkan saat pra PSBB. Hal tersebut dikatakan Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Kota Ambon Joy Adriaansz.

Diakuinya, untuk menerapkan PSBB, ada tujuh tahapan yang harus dilakukan yakni pelaksanaan PHBS, peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, pembatasan tempat atau faslitas umum, pembatasan kegiatan sosial dan budaya, pembatasan moda transportasi, pembatasan kegiatan lainnya khususnya terkait aspek pertahanan dan keamanan.

“Alasan penerapan pra PSBB karena sebagian besar kriteria PSBB sudah diterapkan, mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) 21 tahun 2020 tentang PSBB dan Permenkes nomor 9 tahun 2020 tentang Pedoman PSBB,” jelas Joy dalam rilisnya yang diterima media ini, Rabu (27/5) malam.

Pemkot Ambon juga mempertimbangkan penerapan PSBR yang sudah dilakukan Pemerintah Provinsi Maluku dengan Pergub Maluku Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pembatasan Pergerakan Orang dan Moda Transportasi dalam Penanganan COVID-19 di Pulau Ambon, maka Pemkot menerbitkan Perwali dengan catatan pemberlakuan pra PSBB.

“Siang tadi (kemarin-red), kita sudah lakukan rapat pembahasan rancangan Peraturan Walikota (Perwali) Ambon tentang pembatasan kegiatan orang, aktivitas usaha dan moda transportasi dalam penanganan COVID-19 yang dihadiri Walikota, Forkopimda, Sekretaris Kota Ambon, OPD terkait, Biro Hukum Setda Provinsi Maluku,” kata Joy.

Dikatakannya, dalam pembahasan itu, ada beberapa poin yang menjadi perhatian, dengan ruang lingkup dalam Perwali mengatur enam hal yaitu pembatasan kegiatan orang, pembatasan pergerakan moda transportasi, kebutuhan dasar penduduk selama pembatasan sosial, sumber daya penanganan COVID-19, pemantauan evaluasi dan pelaporan serta sanksi.

Dia menambahkan, pra PSBB dilakukan selama 14 hari dan dievaluasi apabila berhasil dalam menurunkan angka terkonfirmasi atau kasus, maka PSBB tidak akan dilakukan. Sebaliknya jika dinilai belum berhasil, maka waktu pra PSBB dapat diperpanjang atau jika dipandang perlu akan dilakukan PSBB.

“Pada dasarnya, Pemkot sudah menerapkan prinsip PSBB, dan saat ini lewat pra PSBB dengan merujuk pada Perwali, pemerintah akan melakukan penegasan sesuai poin-poin yang sudah dilakukan selama ini dalam PSBR. Dengan adanya sanksi, diharapkan mampu memberi efek jera bagi semua masyarakat dan mampu menurunkan angka kasus di Kota Ambon,” kuncinya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed