by

Polisikan Politisi Golkar, Kapolres SBT Bantah Intimidasi Kades Terkait Pilkada

AMBON,MRNews.com,- Wakil ketua koordinator bidang kepartaian DPD Golkar Maluku Yusry Abdul Kadir Mahedar dipolisikan Kapolres Seram Bagian Timur (SBT) AKBP Andre Sukendar ke SPKT Polda Maluku, Minggu (15/11).

Sukendar mendatangi Mapolda Maluku sekira pukul 14.00 WIT dengan mobil plat hitam bernopol DE 1193 AF.

Kurang lebih 1 jam 30 menit mantan Kapolres Tanimbar itu melayangkan laporannya atas pernyataan Mahedar dalam rapat internal partai yang dinilai mencemarkan nama baik kepolisian.

“Saya melaporkan hari ini berkaitan adanya statement yang dikeluarkan terlapor, ketua Bappilu Golkar Maluku (wakil ketua korbid kepartaian) Yusry AK Mahedar. Pernyataan dipemberitaan media itu menyatakan kepolisian di kabupaten SBT lakukan intimidasi dengan cara memanggil beberapa kepala desa,” ujar Sukendar usai melapor.

Pernyataan itu menurut Sukendar tidak benar atau bohong yang tentunya berakibat kepada pencemaran nama baik pihaknya dan itu sangat merugikan institusi kepolisian khususnya di kabupaten SBT.

“Untuk intimidasi ini mungkin berkaitan dengan sebelumnya juga ada pernyataan yang itu disampaikan tapi bukan kepada saya. Oleh karena itu saya selaku Kapolres di Kabupaten SBT melaporkan kejadian dimaksud,” jelasnya.

Awal laporan kata dia, untuk sementara bukti yang diserahkan kepada penyidik berupa copy berita media cetak maupun online Kabar Timur edisi 12 November 2020 dan juga rekaman yang beredar dimedia sosial yang diduga itu adalah suara dari yang bersangkutan (terlapor-red).

“Karena apa yang dikeluarkan didalam rekaman itu, tidak lebih tidak kurang apa yang disampaikan/ditulis media tersebut. Dimana yang bersangkutan menyampaikan statement itu saat rapat yang dilaksanakan beliau (partai-red) dan diberitakan dimedia Kabar Timur 12 November,” ungkapnya.

Ditanya apakah melapor atas nama institusi bukan pribadi AKBP Andre Sukendar, dia membenarkan. Bahkan terhadap hal ini, Sukendar juga sudah melaporkan ke tingkat pimpinan (Kapolda-red).

“Iya. Karena disitu dikatakan yang melakukan itu kepolisian Kabupaten SBT. Otomatis disitu saya salah satu bagian dan sebagai Kapolres disana. Maka saya yang laporkan tapi saya juga melaporkan ke beliau (Kapolda),” tandasnya.

Sukendar lantas membantah dirinya melakukan intimidasi terhadap kades-kades di SBT terkait Pilkada.

“Tidak mungkin saya melakukan intimidasi apalagi harus memanggil para kepala desa untuk mengarahkan sesuatu apakah itu apalagi berkaitan masalah Pilkada atau apapun. Kita tidak mungkin dan tidak akan pernah melakukan intimidasi,” tegasnya.

Disinggung soal ada tidaknya intervensi dari luar kepolisian yang mendesak untuk harus lakukan pelaporan, Sukendar mengaku tidak ada, murni keinginan pihaknya saja.

“Sama sekali tidak ada intervensi karena sebagai dampak dari pemberitaan ini yah akan sangat merugikan kami. Dimana kami tidak akan melakukan hal tersebut tapi kami dinilai seperti itu, ini sangat merugikan kami,” tukasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed