by

Polisi Diminta Usut Tuntas Aktor Penculikan Aktivis HMI

AMBON,MRNews.com,- Polda Maluku atau Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease diminta mengusut tuntas aktor utama dibalik penculikan aktivis HMI Komisariat Fekon Unpatti Syahrul Wadjo di sekretariat kompleks Pemda-Poka, Rabu (2/9) malam.

Pasalnya, tindakan penculikan atau menangkap paksa diera demokrasi saat ini tidak dapat dibenarkan atas alasan apapun. Apalagi dibarengi dengan intimidasi untuk membungkam kekritisan publik jika ada kaitannya dengan demo kemarin.

“Sebagai bagian dari sesama OKP Cipayung, saya mendesak dan meminta polisi agar serius mengusut tuntas kasus ini. Jangan dianggap sepele. Kita bukan lagi diera orde baru. Maka siapapun aktornya, harus diungkap dan ditindak tanpa pandang bulu,” sebut aktivis senior GMNI Herry Purwanto yang juga wakil ketua DPD KNPI Maluku.

Senada, sekretaris daerah (Sekda) Maluku Kasrul Selang juga mendorong pihak kepolisian agar mengusut tuntas kasus ini. Sehingga tidak ada yang bermain dan saling curiga. Dirinya bahkan telah mendatangi kepolisian untuk mempressure-nya.

“Tadi beta (kami-red) sudah ke Polda terkait masalah penculikan kader HMI, ada atensi lah. Supaya tidak ada yang bermain, saling baku curiga dan macam-macam,” jelas Sekda kepada awak media di ruang kerjanya, Kamis (3/9) sore.

“Mudah-mudahan cepat dapat pelaku dan motifnya. Kami mendorong polisi untuk itu sehingga tidak ada orang menuduh kesana kemari. Harapannya pa Kapolda-Wakapolda bisa cepat proses kasus ini,” sambung Kasrul.

Ditanya soal statement Kabid Humas Polda Maluku Roem Ohirat dibeberapa media online bahwa korban mengaku diculik ada kaitannya dengan materi demo di kantor Gubernur Maluku kemarin, Kasrul menyerahkan ke polisi.

“Katong serahkan ke kepolisian, jangan katong berspekulasi, nanti melebar,” tukas Kasrul.

Kasrul mengakui pemerintah saat ini lebih aspiratif. Siapapun yang datang akan diterima, yang penting datang dengan tata krama sebagai orang basudara.

“Tapi kalau yang datang sedikit aneh-aneh yah. Tuntutan pendemo selama ini sudah direspon, kami sudah minta maaf soal joget-joget, katong sudah penuhi semua. Kemudian kinerja pemerintah yang tidak transparan dan macam-macam,” sahutnya.

Sementara Kabid Humas Polda Maluku Roem Ohoirat usai bertemu Sekda Maluku mengatakan, soal kasus penculikan kader HMI sedang ditangani Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease. Korban juga sudah divisum.

“Yang jelasnya, sementara dilakukan pemeriksaan dan benar kemarin korban merasa diambil disekitar Poka. Korban sempat dipulangkan. Dia (korban) tidak tahu jam berapa dipulangkan. Beta juga sudah disampaikan. Beta mau kesana (Polres-red) untuk cek,” ujar Roem di kantor Gubernur Kamis siang.

Ditanya soal motif/indikasi penculikan oleh orang tak dikenal (OTK) menurut Roem, dari pengakuan korban ada keterkaitan dengan materi demo kemarin di kantor Gubernur.

“Menurut dia. Tapi hasil pemeriksaan masih jalan dan belum bisa disimpulkan,” demikian Roem. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed