PLN Segera Investigasi Kasus Sengatan Listrik, Vendor “Diwarning”

AMBON,MRNews.com,- PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Wilayah Maluku-Maluku Utara segera melakukan investigasi di lapangan terkait kasus Mualif (25), salah seorang petugas dari mitra kerja (bukan pegawai PLN) PT 63 yang terkena sengatan listrik jaringan tegangan menengah (JTM) di kawasan jalan Dr Latumeten, Jumat (10/5/19) pagi. Mualif pun kemudian diselamatkan oleh seorang polisi yang bertugas di Humas Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, Bripda Angga. Saat ini Mualif dirawat di RST Ambon.

“PLN segera lakukan investigasi di lapangan terkait kasus ini dan telah berkomunikasi dengan korban setelah siuman di rumah sakit. Korban bernama Mualif, petugas dari mitra kerja yaitu PT 63. Kami juga sudah lakukan koordinasi dengan mitra kerja untuk bagaimana pun secara laporan kami akan investigasi terhadap musibah tersebut,” tandas Manager Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Ramli Malawat kepada media di kantornya, Jumat (10/5) sore. 

Diakui Ramli, kegiatan yang dilakukan korban sudah sesuai perintah kerja yang telah diberikan PLN ULP Ambon Kota untuk pekerjaan penyambungan baru kepada PT 63, bagi pelanggan atas nama Poen Roberth Purwanto dengan daya 3500 VA pada tanggal 10 Mei 2019 dan itu sudah hal biasa dilakukannya dan merupakan batasan kerjanya, sesuai kontraknya. Entah bagaimana secara langsung korban naik diatas travo, yang bukan kewenangannya dan saat itulah lebah (niri) menyerangnya. 

“Itu sebenarnya bukan wilayah kerjanya, tapi di ring yang sudah diatur secara SOP di JTR. Sehinga secara tidak langsung dia sudah membuat satu kesalahan. Saat lakukan penyambungan baru pada jaringan tegangan rendah (JTR) eksisting, ada gangguan dari lebah kecil (Niri) diatas Gardu. Korban merasa terganggu lalu mengibaskan tangannya untuk mengusir niri. Namun tanpa disengaja tangan korban itu tersentuh JTM dan tersengat listrik bertegangan 20 kV/20.000 Volt. Kita sesalkan kejadian itu,” paparnya.

Kelalaian korban juga diakui Ramli, karena tidak menggunakan peralatan kerja misalnya tangga kerja (K2), alat pelindung diri (APD). Padahal di PLN sudah komitmen untuk menerapkan sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3) maupun keselamatan ketenagalistrikan (K2) dalam setiap pekerjaan yang dilakukan, baik bagi pegawai PLN dan mitra kerja yang bersentuhan dengan tegangan langsung dan tidak langsung. Apalagi setiap pekerjaan sudah memiliki standar operation prosedur (SOP), yang mengatur kesiapan personil maupun peralatan kerja.

“PLN menyesalkan dengan adanya kejadian tersebut, dan tentu akan melakukan tindakan tegas kepada mitra kerja apabila betul terjadi pelanggaran penerapan K3, oleh pekerja dan dari perusahaan tersebut melanggar aturan dari kontrak kerja. Tim akan panggil vendor. Setelah investigasi, kalau terbukti pelanggaran maka vendor tersebut akan kena sanksi. Sanksinya apa, ada tim investigasi K3 dari kantor wilayah yang akan memberikan sesuai dengan aturan,” kunci Ramli. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *