by

Pimpin Maluku, Murad Ismail Punya Prestasi

AMBON,MRNews.com.- Kepemimpinan Gubernur Maluku, Murad Ismail patut diacungi jempol. Pasalnya memasuki usia Tiga tahun kepemimpinannya sebagai Gubernur Maluku, telah banyak prestasi yang ditoreh dan layak diapresiasi .

Sebagai mantan Kakor Brimob Polri, Ismail cukup terbilang berhasil memimpin Maluku. Kepiawaiannya melobi unsur pimpinan di pusat membuat beberapa program nasional yang dicanangkan oleh gubernur Karel Albert Ralahalu diakhir periodesasi dimuluskan oleh Ismail, diantaranya Blok Masela dan Lumbung Ikan Nasional yang sempat mati suri saat kepemimpinan Said Assegaff.

” Kita mesti memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan pak Murad Ismail. Walaupun usia memimpin Maluku baru menginjak tahun ke tiga namun beberapa program nasional yang dicanangkan saat gubernur pak Karel Ralahalu berhasil dilakukan pak Murad diantaranya, Blok Masela hanya memerlukan waktu Tujuh bulan lebih dan mendapatkan kepastian Participating Interest (PI) 10 persen dan Lumbung Ikan Nasional. Ini keberhasilan didepan mata rakyat Maluku yang mesti diakui dengan hati” urai Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Benhur Watubun kepada media di DPRD Maluku, Kamis (16/12).

Karena itu, sebagai wakil rakyat dan mitra dari pemerintah daerah dengan jujur mesti mengakui keberhasilan Ismail yang hanya baru seumur jagung namun cukup membuat langkah politik dengan kemampuan bergaeining dengan pemerintah pusat sehingga beberapa program nasional bisa berjalan.

” Coba kita bandingkan kepemimpinan gubernur sebelumnya yang sudah 10 tahun memimpin tapi masih meninggalkan pekerjaan rumah dan itu diselesaikan oleh pak Murad dengan baik, padahal pak Murad baru 3 tahun pimpin Maluku” ujar Watubun.

Bahkan Kampung Kerukunan yang mau digagas Asegaff tidak pernah di bangun bangun.
Begitu juga dengan gaji guru kontak SMA dan SMK sederajat telah dinaikan beberapa kali untuk kesejahteraan pahlawan tanpa tanda jasa pada pemerintahan Ismail.

Bahkan Fraksi PDI Perjuangan bertekad terus mendorong kenaikan gaji guru kontak, paling tidak bisa sama dengan Upah Minimum Provinsi (UMP).

“Saya ingat betul bahwa upaya menaikan upah guru kontrak mesti dilakukan secara bertahap . Karena itu ada beberapa persyaratan untuk mengikuti tes seleksi agar niat untuk mengabdi bagi anak didik di wilayah terpencil bisa dilakukan karena panggilan pengabdian bukan sebagai batu loncatan agar dengan mudah dipindahkan ke kota” demikian Watubun. (MR-01)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed