by

Pesta Narkoba di Asrama, Tiga Polisi Diancam Pasal Berlapis

AMBON,MRNews.com,- Tiga oknum polisi Dit Shabara Polda Maluku Eivandeed Matrutty alias Evan (31), Afrizal Masawoi alias AM (31) dan Ilham Palembang alias AP (35) bersama dua warga sipil Semmy Uneputty alias SU (46) dan Herlina alias Lina (31) ditangkap Satresnarkoba Polresta Ambon dan dibantu personil Ditshabara saat pesta narkoba jenis Shabu di salah satu kamar asrama Polda Maluku Tantui, Senin (13/1) dini hari. 

Para pelaku yang sudah jadi tersangka itu ditangkap setelah SU dibuntuti dari Tulehu oleh petugas pasca mengambil barang haram yang dipasok dari Desa Kailolo, Pulau Haruku sesuai informasi dari masyarakat.

Mereka diamankan bersama satu paket shabu-shabu seberat 0,40 gram dan satu botol bong. Kelima tersangka diancam pasal berlapis mulai dari pasal 112 ayat 1 dan pasal 114 ayat 1 serta pasal 127 ayat 1 huruf a UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Kapolresta Pulau Ambon dan Pp Lease Kombes Pol Leo Simatupang mengungkapkan, penangkapan kelima tersangka ketika personil Satresnarkoba Polresta melakukan kegiatan penyeldidikan setelah ada informasi warga. Kemudian Minggu (12/1) malam lakukan pembuntutan dan akhirnya Senin (13/1) dini hari pukul 02.00 Wit berhasil menggeledah dan menangkap lima orang yang diduga saat itu memiliki dan menggunakan narkotika jenis shabu-shabu.

“Kebetulan penangkapan dilakukan di asrama Sabhara Polda Maluku, didalamnya ada kelima tersangka. Hasil penyelidikan, kita sudah buntuti mereka beberapa hari sebelumnya setelah mendapat informasi masyarakat. Untuk para tersangka, kita kenakan pasal 112 dan 114 serta 127 UU Narkotika dengan ancaman hukuman dari 4 hingga 20 tahun penjara,” ungkapnya kepada awak media di Mapolresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Selasa (14/1/2020).

Bahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan urine terhadap para tersangka pun kata Leo hasilnya positif mereka pengguna narkotika jenis Shabu. “Kelima pelaku memang sudah ditetapkan tersangka. Mereka juga positif narkoba, sesuai hasil pemeriksaan urine,” ujarnya.

Soal alasan asrama dipakai sebagai lokasi pesta narkoba, Leo mengaku pihaknya sementara masih mendalami. Tapi berdasarkan data awal untuk para tersangka bersenang-senang. Bahkan sampai kemungkinan ada pesta seks pun, dikatakan belum ada indikasi mengarah kesana. Termasuk pengedar ada di Kailolo karena daerah pasokan, serta jaringan, masih dilakukan pengembangan.

“Para tersangka khususnya polisi sudah menggunakan beberapa kali sebelumnya. Nanti kita masih dalam pengembangan. Tapi untuk di asrama, kelihatannya baru sekali ini ada pesta narkoba. Kita akan dalami terus ini, masih kita kembangkan. Soal jaringan mana dan pengedar,” kuncinya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed