by

Peserta Jambore & Pengelola Harus Kreatif Sikapi Program PIK-R

AMBON,MRNews.com,- Wakil Walikota Ambon Syarif Hadler meminta kepada para peserta jambore Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) dan para pengelola agar lebih kreatif dalam menyikapi program-program dari PIK-R. Sebab selama ini DPPKB Kota Ambon telah lakukan program advokasi, penyuluhan dan Komunikasi Informasi serta Edukasi (KIE) tentang Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR), serta juga memfasilitasi dan mengembangkan PIK-R pada sekolah-sekolah di Ambon.

“Jambore PIK-R yang digelar ini bukan sekedar kegiatan seremonial belaka tetapi mempunyai nilai penting selain wujud tanggungjawab bersama untuk menciptakan remaja yang kreatif, inovatif dan berkualitas sehingga jauh dari nilai – nilai negatif,” papar Hadler saat membuka jambore PIK-R tingkat Kota Ambon tahun 2019 yang digagas Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) di Pattimura Park, Rabu (23/10/19).

Kehadiran PIK-R menurut Hadler, merupakan wadah kegiatan program generasi keluarga berencana gender yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja yang bertujuan untuk memberi informasi konseling dan pelayanan bagi remaja serta kegiatan penunjang lainnya. Program ini sangat penting terkait konsep pertumbuhan kesehatan dan proses reproduksi remaja, sehingga diharapkan dapat tercipta kondisi sehat secara menyuluruh yang dimiliki remaja mulai fisik, mental, emosional maupun seksual.

“Dengan peran PIK-R dimaksud sosialisasi program gender pada kelangan remaja khsusnya di sekolah sangat efektif, karena komunikasi yang dijalin dilakukan dengan pendekatan dari, oleh dan untuk remaja, untuk sendiri-sendiri sehingga PIK-R menjadi rumah bagi mereka,” terangnya.

Tantangan yang dihadapi remaja di Indonesia menurutnya, bukanlah persoalan ringan namum sangat kompleks, mulai dari jumlahnya yang cukup besar sehingga muncul permasalahan tiga resiko kesehatan reproduksi para remaja seperti Napza, seks bebas dan HIV-AIDS. Untuk itu, salah satu cara efektif mengantisipasi dan mengatasi berbagai permasalahan itu adalah melalui PIK-R.

“Dari hasil proyeksi penduduk Indonesia tahun 2010-2035, jumlah remaja yang berusia 10-24 tahun di Indonesia mencapai lebih dari 66,3 juta jiwa atau sama dengan sekitar 25 persen dari penduduk Indonesia. Maka kehadiran PIK-R ini sesungguhnya mampu mengembangkan kreativitas, keterampilan, serta menumbuhkan semangat baru dan kebersamaan dalam rangka peningkatan komitmen dan partisipasi remaja terhadap genre,” akuinya.

Sejauh ini tambah Hadler, jumlah PIK-R di Kota Ambon berjumlah 69 kelompok PIK-R. Diharapkan jumlah itu dapat bertumbuh serta berkembang dalam memberikan advokasi kepada teman sebaya khususnya para remaja, sehingga remaja Kota Ambon akan terbebas dari hal-hal yang tidak diinginkan. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed