by

Pesan Wagub ke Raja Allang; Jaga & Lestarikan Kearifan Lokal

-Maluku-147 views

AMBON,MRNews.com,- Oktavianus Edward Patty dikukuhkan menjadi Raja Negeri Allang Kecamatan Leihitu Barat Maluku Tengah (Malteng) di Baileo Negeri Allang sebagai rumah adat, Selasa (20/10). Pengukuhan dilakukan melalui penyerahan tongkat dari Raja sebelumnya Izaac Rudolof Patty kepada Oktavianus.

Oktavianus, sebelumnya telah dilantik Bupati Maluku Tengah Abua Tuasikal sebagai Kepala Pemerintah Negeri Allang di Pandopo Masohi, Rabu (1/7/20). Namun, untuk mendapatkan gelar Raja sesuai Perda 01 tentang Negeri tahun 2006, maka proses pengukuhan secara adat perlu dilakukan.

Wakil Gubernur Maluku Barnabas Natanhiel Orno yang turut menghadiri pengukuhan Raja Allang memberi apresiasi kepada Oktovianus yang telah dikukuhkan sebagai Raja. Beban tugas dan tanggung jawab yang diemban tentunya sangatlah berat.

Apalagi, dinamika dan tantangan pembinaan masyarakat dalam era milenial semakin kompleks. Olehnya itu, dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab hendaknya mengutamakan norma agama dan nilai budaya.

“Setelah pengukuhan adat ini, harapan saya, beliau sukses memimpin Negeri Allang dalam membangun kehidupan masyarakatnya lebih baik,” harap Wagub.

Menurut Wagub, umumnya Raja adalah pemimpin tertinggi dari kesatuan masyarakat adat. Sebab itu, keberadaan negeri-negeri adat perlu dijaga dan dikembangkan karena merupakan warisan leluhur yang perlu dihormati. Pengukuhan Raja Allang merupakan pengakuan masyarakat terhadap pemimpin adatnya.

“Saya berharap, tradisi ini dapat terus dijaga dan dipertahankan menjadi kekayaan budaya masyarakat. Juga melestarikan kearifan lokal yang berkembang dan diakui hingga saat ini,” pesan Orno.

Ditempat yang sama, Bupati Malteng Abua Tuasikal mengaku, pengukuhan adat terus menjadi tradisi dan harus dikembangkan. Pemerintah Negeri Allang pun diharapkan bisa mengemban amanat, memajukan negeri dan bisa bekerja sama dengan raja-raja yang ada di Jazirah Leihitu ini.

“Terkait tugas dan tanggung jawab, Pemneg Allang harus utamakan kepentingan masyarakat, selalu bekerja sama. Selaku pribadi dan Pemkab Malteng, saya ucapakan selamat atas pengukuhan adat kepada saudara Oktavianus selaku Raja Negeri Allang,” katanya.

Sementara itu, Raja Negeri Allang Oktavianus Edward Patty mengatakan, UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa, telah membuka sejarah baru bagi pemerintah desa. Salah satunya adalah pengakuan negara terhadap persatuan masyarakat hukum adat.

“Bentuk pengakuan tersebut juga termasuk dalam penyebutan sistem pemerintahan, sehingga kita tidak mengenal istilah desa saja tetapi untuk penyebutannya disesuaikan dengan adat istiadat setempat. Untuk Kabupaten Maluku Tengah, kita mengenal istilah negeri,” katanya.

Dirinya mengajak masyarakat Negeri Allang membangun negeri secara bersama-sama. Apalagi, Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Negeri tahun 2020-2026 sebagai dokumen perencanaan pembangunan enam tahun kedepan sudah ditetapkan dalam Peraturan Negeri Allang.

“Saya mohon partisipasi aktif dari segenap masyarakat, agar program dalam dokumen ini dapat terealisasi untuk pembangunan Negeri Allang yang lebih baik, maju dan mandiri,” ajaknya.

Acara pengukuhan turut diikuti Forkopimda Maluku, Wakil Ketua DPRD Maluku Asis Sangkala, Wakil Bupati Malteng Marlatu Leleury. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed