by

Pernyataan Mukti Keliobas Tidak Mencerminkan Sosok Pemimpin yang Baik

-Politik-202 views

AMBON,MRNews.com.- Jelang Pesta demokrasi yang dilakukan secara serentak di Empat kabupaten pada 9 Desember mendatang, membuat suhu politik mulai terasa memanas.

Pasalnya, tinggal menghitung hari masyarakat akan menyalurkan hak politiknya dengan memilih siapakah yang layak menjadi pemimpin, baik itu di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Kabupaten Buru Selatan (Bursel) dan kabupaten kepulauan Aru.

Tagal itu, rekaman audio yang tersebar dan viral di kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) beberapa waktu lalu dengan durasi 25 detik yang diduga mirip suara sang petahana Mukti Keliobas saat aktif menduduki jabatan bupati SBT menjadi bumerang bagi dirinya sendiri.

Pasalnya pernyataan sang petahana yang menyebutkan jika seorang wakil bupati tidak memiliki pengaruh apa-apa ditanggapi serius dan mendapat kecaman dari PDI perjuangan.

Kepada media, Wakil Ketua Bapilu DPD PDI Perjuangan Maluku, Benhur Watubun menyesalkan pernyataan Keliobas yang menyudutkan posisi wakil bupati. Sebagai seorang kepala daerah mestinya bijak dalam mengeluarkan pernyataan sehingga tidak merugikan dirinya sendiri .

“Bagi kami sebenarnya itu adalah titik dimana dia menceburkan diri sendiri ke air laut, karena dia menghina dirinya sendiri. Apalagi pernyataannya bahwa beliau sudah mempraktekan itu selama kepemimpinan dia,” tandas Watubun.

Pernyataan Keliobas tidak dapat dijadikan contoh seorang pemimpin yang baik. Sebab dalam menjalankan pemerintahan maka baik bupati maupun wakil bupati adalah satu paket dan tidak berdiri sendiri.

Bahkan, posisi bupati maupun wakil bupati merupakan satu bagian utuh dari sistim yang sudah diatur oleh undang-undang yang mengatur kepemimpinan di daerah.

“Sebenarnya sudah jelas, tugas sebagai seorang bupati dan tugas sebagai seorang wakil bupati. Sehinga jangan sampai wakil diterjemahkan dengan persepsi yang keliru. Sebab seorang wakil bupati melakukan tugas-tugas pengawasan atau tugas lainnya yang diberikan ” urainya.

Jika Keliobas menterjehmahkan tugas seorang wakil bupati sebagai ‘pembantu’ maka pernyataan Keliobas telah menghina jabatan seseorang.

Padahal sejak awal telah membangun sebuah komitmen bersama untuk membangun demi kesejahteraan masyarakat Seram Bagian Timur. Ini contoh kepala daerah yang tidak bisa dijadikan panutan.

“Sehingga posisi wakil bupati sekarang ini sebenarnya mewarisi kegagalan yang dilaksanakan seorang pemimpin dari bupati Mukti Keliobas . Jika sang wakil mengambil sikap untuk mencalonkan diri itu karena faktor tadi yang telah ditunjukan oleh seorang Keliobas sewaktu menjadi bupati” urainya.

Ditegaskannya, dalam pemerintahan maka mestinya tetap menjaga nilai-nilai dan kehormatan pemerintahan secara baik dan benar.

Karena itu, PDI Perjuangan dalam membangun komitmen majukan SBT maka hal tersebut telah disampaikan agar tidak dipraktekan jika masyarakat pada saatnya akan menentukan pilihan dengan memilih – Fahri Husni Alkatiri- Arobi Kelian, yang diusung PDI Perjuangan, PKS, Gerindra, PPP, Hanura, PKB, dan Demokrat. (MR-01)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed