Peringati IWD 2019, FAKUM Suarakan 10 Tuntutan

AMBON,MRNews.com,- International Women Day (IWD) 2019 diperingati setiap tanggal 8 Maret. Di Kota Ambon, Maluku, Front Anti Kekerasan Perempuan (FAKUM) memperingatinya dengan turun jalan aksi dan orasi damai di depan monumen Gong Perdamaian Dunia, Jumat (8/3/19). Mereka menyuarakan 10 tuntutan.

10 tuntutan tersebut yakni, pertama; sahkan rancangan undang-undang (RUU) pelecehan anti kekerasan seksual, kedua; hentikan diskriminasi terhadap perempuan di ruang publik, ketiga; lawan budaya patriaki, keempat; stop kriminalisasi dan kekerasan terhadap jurnalis, kelima; hentikan pemukulan terhadap mahasiswa atau aktivis.

Keenam; hentikan perampasan lahan petani dan tanah adat, ketujuh; tutup tempat prostitusi dan buka lapangan pekerjaan tanpa diskriminasi. Delapan; tolak politik upah murah.

Sembilan; pekerjakan kembali 11 buruh FMI yang di PHK sepihak dengan status buruh tetap/PKWTT terhitung sejak masuk kerja sesuai hasil nota pemeriksaan khusus nomor 560/7009/UPTD-WIL.II/XI/2018 dan sepuluh; pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla melalui kementerian ketenagakerjaan harus memastikan seluruh pengusaha Jepang mematuhi hukum yang berlaku di Indonesia.

“Aksi kita yang bertepatan dengan IWD atau hari perempuan internasional 2019 ini, karena keprihatinan kita terhadap sejumlah permasalahan yang terjadi khususnya di Kota Ambon, Maluku dan Indonesia umumnya. Kita ingin menyoroti bagaimana meningkatnya kekerasan terhadap perempuan, diskriminasi terhadap hak-hak perempuan di ruang publik, eksploitasi terhadap perempuan dan sebagainya. Disamping sejumlah masalah lain yang telah kita tuangkan dalam 10 tuntutan.Karenanya, kita mengangkat tema aksi lawan pembungkaman demokrasi, wujudkan kesetaraan dan keadilan,” terang koordinator lapangan (Korlap) aksi, Ancung Nurdin kepada media ini disela-sela aksi. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *