by

Peringatan Hari Juang Pattimura Dilaksanakan Ditiga Tempat

AMBON,MRNews.com,- Upacara peringatan hari perjuangan Pattimura ke-204 15 Mei mendatang akan dilaksanakan ditiga (3) tempat.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku dan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon akan menggelar upacara di Taman Pattimura Park-Ambon.

Sedangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tengah memilih Kota Masohi dan Saparua sebagai tempat refleksi perjuangan pahlawan nasional asal Maluku, Kapitan Pattimura atau Thomas Matulessy.

Kesepakatan itu diambil sesuai hasil rapat bersama antara Pemprov Maluku, Pemkot Ambon diwakili Sekretaris Kota A.G Latuheru dan perwakilan Pemkab Maluku Tengah diantaranya Camat Saparua dan OPD Pemkab Malteng di ruang rapat lantai II Kantor Gubernur Maluku, Senin (10/5).

Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku Kasrul Selang mengatakan, upacara peringatan hari Pattimura ke-204 dilangsungkan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan Covid-19 secara terbatas. Mulai dari jumlah peserta, penggunaan masker dan pengaturan jarak.

“Lokasi upacara HUT Pattimura dibagi tiga tempat karena kita tidak mau akibat dari pergerakan orang dari Masohi dan Ambon ke Saparua, menyebabkan penyebaran virus dan seterusnya. Intinya peringatan hari Pattimura tetap harus berlangsung khidmat,” terang Kasrul saat memimpin rapat.

Dikatakan, ini tahun kedua upacara HUT Pattimura dilakukan dalam situasi pandemi Covid-19, sehingga protokol kesehatan tetap diutamakan. Meski kondisi di Covid-19 di Maluku terus membaik dari terkonfirmasi maupun zonasi.

Namun demikian, hal itu tetap tidak mengurangi semangat, makna dan nilai-nilai kejuangan Pattimura yang harus terus diwariskan oleh anak cucu.

“Meski suasan masih pandemi, tapi hari sejarah ini diyakini memberikan energi tambahan untuk menggugah kesadaran segenap elemen bangsa, untuk terus bersatu mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa dan daerah,” jelasnya.

Makna perjuangan dan pengorbanan Pattimura khususnya dalam mempertahankan kedaulatan NKRI diharapkan Kasrul, dapat memberikan inspirasi dan motivasi untuk meneruskan perjuangan pembangunan.

“Kalau dulu pahlawan berjuang dengan senjata, saat ini perjuangan dilakukan dengan wawasan dan teknologi dalam upaya mengentaskan kemiskinan, menghadapi bencana alam, pemberantasan narkoba, menangkal paham radikal, dan termasuk melawan Covid-19,” ingatnya. (MR-02/HM)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed