PERINDO Catat Dua Sejarah di Pileg Kota Ambon

AMBON,MRNews.com,- Partai Persatuan Indonesia (PERINDO) besutan pengusaha Indonesia, Harry Tanoesodibjo sukses mencatatkan dua sejarah penting dalam perhelatan pemilihan legislatif (Pileg) tahun 2019 di kota Ambon khususnya. Dimana Pemilu 2019 ini adalah Pemilu pertama yang diikuti, pasca didirikan pada 7 Februari 2015.

Catatan sejarah pertama yang diukir partai pengusung tagline untuk Indonesia Sejahtera ini adalah sukses mengirim anggota DPRD kota Ambon periode 2019-2024 termuda dalam sejarah perhelatan politik di kota Ambon yakni Harry Putra Far-far, dari daerah pemilihan (Dapil) Ambon IV. Harry yang berusia 23 tahun kelahiran 14 Juli 1995 itu, lolos dengan mengantongi suara signifikan sebesar 1.114 suara dan meraih kursi ketujuh dari jatah 10 kursi untuk Dapil Ambon IV yang meliputi kecamatan Baguala dan Teluk Ambon.

Harry adalah alumnus fakultas Hukum Universitas Pattimura (Pattimura) tahun 2017 dan merupakan putra kandung pejabat teras yang berada di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku yakni Kepala Biro Hukum dan HAM, Henry Morton Far-far. Selain faktor orang tua cukup dikenal publik, tetapi juga salah satu faktor yang mempengaruhi masyarakat memilih Harry karena dirinya sebagai caleg milenial yang menyasar sesama kaum muda dalam semangat perubahan lewat kehadiran politisi milenial di parlemen.

Sejarah kedua yang dicatat PERINDO adalah dapat berkontestasi dengan partai-partai lama seperti PDI-Perjuangan, Golkar, PPP, PKB di empat Dapil yang ada di kota Ambon. Dimana kesuksesan itu terwujud dari hasil Pemilu 2019 ini dengan empat (4) caleg berhasil masuk ke gedung parlemen Belakang Soya selama lima tahun kedepan. Artinya, satu fraksi utuh berhasil digenggam dan hampir saja meraih kursi pimpinan DPRD jika tak kalah dari partai Golkar, PDI-Perjuangan dan Gerindra dari akumulasi keseluruhan perolehan suara. Karena perolehan kursi keempat partai ini sama, empat kursi juga bersama NasDem.

Empat caleg PERINDO yang melenggang yakni Patrick Moenandar dari Dapil Ambon I (sebagian kecamatan Sirimau-Leitimur Selatan) meraih 676 suara, Johan Van Capelle dari Dapil Ambon II (sebagian kecamatan Sirimau (Desa Batu Merah, Desa Galala, Hative Kecil dan kelurahan Pandan Kasturi) 1.128 suara, Rawidin La Ode Ido dari Dapil Ambon III (kecamatan Nusaniwe) 1.209 suara dan Harry Putra Far-far di Dapil Ambon IV (kecamatan Baguala-Teluk Ambon) 1.114 suara. Keempatnya pun berhasil menjungkalkan incumbent di dapil masing-masing dari partai lain.

Tak hanya di DPRD kota Ambon, ukiran sejarah PERINDO pun bakal tercatat di provinsi Maluku dapil kota Ambon, setelah jagoannya bernomor urut 9, Jantje Wenno berhasil mengumpulkan suara terbanyak pribadi dengan 3.886 suara dan berada pada posisi kursi ketujuh, berdasarkan hasil yang dirangkum. Dimana mantan politisi Golkar itu akan tercatat sebagai anggota DPRD Maluku pertama dari dapil yang disebut “neraka itu.

Penegasan akan catatan ini, akan mencapai puncaknya ketika hasil itu ditetapkan KPU saat pleno rekapitulasi penetapan di tingkat KPU kota dan Minggu (19/5) untuk KPU Maluku. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *