by

Perekonomian Maluku Masih Didominasi Sektor Pertanian, Kehutanan & Perikanan

AMBON,MRNews.com,- Perekonomian Maluku masih didominasi oleh lapangan usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 23,22 persen; diikuti Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 22,74 persen.

Kemudian Perdagangan Besar-Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 13,14 persen; dan Konstruksi sebesar 8,08 persen.

“Peranan keempat lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Maluku mencapai 67,20 persen. Artinya struktur PDRB Maluku menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku triwulan IV-2021 tidak menunjukkan perubahan berarti,” tandas Koordinator Fungsi Neraca & Analisis Statistik BPS Maluku Erhard Hatulesila.

Dikatakan, ekonomi Maluku triwulan IV-2021 dibanding triwulan III-2021 (q-to-q) alami pertumbuhan 2,42 persen. Pertumbuhan terjadi pada sebagian lapangan usaha. Terdapat dua lapangan usaha yang terkontraksi yakni pertambangan dan penggalian; serta jasa keuangan dan asuransi.

“Lapangan usaha yang alami pertumbuhan tertinggi adalah pengadaan listrik dan gas sebesar 7,82 persen; jasa perusahaan 6,85 persen serta transportasi dan pergudangan 6,54 persen,” terangnya, Selasa (8/2).

Untuk ekonomi Maluku triwulan IV-2021 dibanding triwulan IV-2020 (y-on-y) sebutnya, alami pertumbuhan 5,33 persen. Pertumbuhan terjadi hampir disemua lapangan usaha dan yang sangat signifikan adalah transportasi dan pergudangan 16,96 persen; selanjutnya jasa perusahaan 9,98 persen.

Sementara itu, pertanian, kehutanan dan perikanan yang memiliki peran dominan juga mengalami pertumbuhan 0,97 persen.

“Perekonomian Maluku berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto
(PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan IV-2021 mencapai 12,62 triliun rupiah
dan atas harga konstan 2010 mencapai 8,15 triliun rupiah,” terangnya.

Sedangkan ekonomi Maluku triwulan IV-2021 dibanding triwulan III-2021 tumbuh sebesar 2,42 persen (q-to-q). Pertumbuhan terjadi pada sebagian komponen pengeluaran, kecuali komponen
ekspor luar negeri yang terkontraksi 13,70 persen.

Pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) tumbuh 23,21 persen;
diikuti Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) tumbuh 4,62 persen, dan Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) yang tumbuh 4,14 persen.

“Untuk komponen Impor Luar Negeri (yang merupakan faktor pengurang dalam PDRB menurut pengeluaran) tumbuh 104,10 persen. Struktur PDRB Maluku menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku triwulan IV-2021 tidak menunjukkan perubahan berarti,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed