Penutupan Lokalisasi Tanjung Batu Merah Mencuat

AMBON,MRNews.com,- Desakan untuk pihak kepolisian dan pemerintah menutup permanen lokalisasi tempat prostitusi tanjung Batu Merah mencuat kembali. Desakan itu dimintakan oleh majelis ulama Indonesia (MUI) dan para ustad, imam masjid se-kota Ambon saat silaturahmi dengan Kapolres Pulau Ambon dan Pp Lease di kantor MUI Maluku, Pandan Kasturi, Rabu (8/5/19).

Sekretaris MUI Kota Ambon, Abdul Manan Latuconsina menegaskan, desakan itu bukan saja karena bertepatan dengan bulan suci Ramadhan 1440 H/2019 M yang harus ada saling menghargai dan telah adanya himbauan dari pemerintah kota untuk tempat hiburan malam agar menaati aturan batas operasional selama Ramadhan, tetapi sudah menjadi tekad bulat ustad dan imam masjid di kota Ambon agar lokalisasi itu ditutup sebab sangat meresahkan.

Alasan lain menurut Manan, karena lokalisasi itu tidak sesuai dengan nilai-nilai moralitas bangsa, adat dan budaya orang Maluku terlebih lagi tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam. Jadi tidak ada alasan karena tentu apa yang telah diputuskan dalam ajaran agama, leluhur budaya sesungguhnya punya manfaat positif terhadap proses berbangsa dan bernegara, proses bersosial ditengah-tengah masyarakat.

“Wacana menutup lokalisasi ini sebetulnya sudah lama, bukan sekarang. Dan bahkan sejak beberapa tahun lalu sudah proses penutupan tanjung Batu Merah dilakukan, tapi hari ini baru ada respons dan kemauan kuat diwujudkan, dinyatakan semua elemen masyarakat terutama dikalangan pemuka umat Islam. Apalagi di kesempatan baik saat berjumpa Kapolres. Kami akan mengirim surat resmi permintaan tutup lokalisasi itu ke Kapolres guna ditindaklanjut ke pemerintah sehingga jelas dan memiliki dasar,” tukasnya.

Terhadap permintaan dan desakan itu, Kapolres Pulau Ambon dan Pp Lease, AKBP Sutrisno Hadi Santoso menegaskan, pihaknya menunggu surat dan rekomendasi dari ustad dan imam masjid se-kota Ambon melalui MUI untuk maksud meminta penutupan lokalisasi tanjung Batu Merah, agar dapat diteruskan ke Walikota Ambon supaya merealisasikannya.

“Rencana penutupan lokalisasi tanjung, kita tunggu rekomendasi dari ustad, imam masjid se-kota Ambon lewat MUI yang akan disampaikan kepada kami. Nanti kami akan meneruskan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon. Artinya ini keinginan publilk lewat ustad dan imam masjid. Toh ketika lokalisasi ini masih ada, apakah asusila tidak terjadi. Meningkat tidaknya asusila pasca nanti ditutupnya lokalisasi tergantung pada iman tiap orang,” bebernya. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *