Pengendalian Investasi PMDN/PMA di Ambon Penting Dilakukan

AMBON,MRNews.com,- Guna melakukan pengendalian terhadap pelaksanaan investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN)/penanaman modal asing (PMA) tahun 2019 di kota Ambon secara profesionalisme pengelolaan penanaman modal bagi investor, maka rencana strategi pemerintah daerah (Pemda) sangat penting sehingga membawa dampak positif bagi daerah, bukan sebaliknya. Strategi itu berkaitan dengan banyak hal, diantaranya aspek administrasi, perizinan, lokasi, akses, keuntungan dan penyesuaian dengan karakteristik daerah.

Kepala Dinas DPMPTSP, Ferdinanda Louhenapessy mengakui, kehadiran pihak terkait yang berkepentingan dengan penanaman modal dan investasi di Ambon termasuk mahasiswa, memberikan strategi bagi pihaknya untuk bagaimana melakukan penanaman modal di kota Ambon dari semua sektor usaha. Meski begitu, sejauh ini iklim investasi di Ambon lumayan baik. Ukurannya tentu pertama sesuai data yang ada, jumlah investor baik dalam dan luar negeri dalam skala mikro kecil, menengah, tidak bisa besar. Sebab itu akan bertambah dari tahun ke tahun.

“Indikator adalah soal perizinan karena sesuai dengan sistim, jadi evaluasi mudah sehingga perbandingan di triwulan 1,2,3 dan 4 bahkan dalam satu tahun laporan tahunannya lengkap. Jadi ukuran kita untuk tahun 2017 masuk 2018 bahkan 2018 masuk 2019 itu luar biasa. Kemarin peningkatannya 72 persen. Maka koordinasi antar lembaga berkaitan investasi PMDN/PMA ini penting, sebab harus tertuang pada strategi daerah,” tukas Nanda, sapaan akrab Ferdinanda.

Ia menambahkan, berbicara tentang target, yang jelas strateginya untuk menghadirkan investor adalah sesuai dengan karakteristik daerah, potensi yang ada pada Kota Ambon. Sebab sesuai data, lebih banyak sektor perdagangan dan jasa yang digarap investor meski dalam skala kecil dan menengah. Contoh terkini, akan hadir di Ambon Indomart yang jumlahnya direncanakan sebanyak 12, harus tersebar di lima kecamatan, toko-toko modern seperti trans studio mall.

“Yang jelas Pemda siap memfasilitasi mereka dalam penyelesaian lokasi pembangunan trans studio mall. Kalau Indomart, dari 12 rencana operasi, sekarang 2018-2019, tiga lokasi baru OK dan sudah siap bangun di Wayame, Waiheru dan Passo. Managament dari Jakarta sudah ketemu langsung dengan kita, soal teknis terkait perizinan, kenyamanan mereka hadir di Ambon, kita sudah jelaskan detail. Lalu perdagangan jasa perumahan di Kusu-kusu, pembangunan rumah MBR. Kita boleh bangun tapi masalah lokasi, IPAL dan IMB, itu soal teknis. Sampai kemarin, sudah selesai dengan BPN dan siap. Pemda akan menunjang mereka dengan jalan untuk aksesibilitas masuk keluar,” tukasnya.

Sekretaris Kota Ambon, A.G. Latuheru saat membuka koordinasi antar lembaga dalam pengendalian pelaksanaan investasi PMDN/PMA tahun 2019 mengaku, akhir dari kegiatan ini, oleh pemerintah dan apa juga yang dilakukan pengusaha apapun jenis usahanya supaya benar tak hanya atas kemauan pribadi, tetapi menjadi kesepakatan atas aturan regulasi yang dibuat pemerintah kota (Pemkot). Apalagi Pemkot sebetulnya bisa menumbuh kembangkan iklim investasi di kota meski perjalanannya agak terlambat, dimana yang kembangkan usaha masih terbatas, yakni makin hari makin berubah.

“Peraturan daerah misalnya, tidak akan bersepakat dengan pengusaha. Ada presentasi untuk menetapkan regulasi-regulasi oleh Pemkot. Sekarang ini, maraknya investasi di Kota Ambon, seperti Hypermart, Roti O, Informa, Pizza Hut, bioskop, dan sebagainya, nanti juga ada Indomart, trans studio mall. Itu artinya iklim investasi semakin baik di kota ini. Oleh karena itu, tugas Pemkot Ambon lewat DPMPTSP melakukan penyesuaian atau perubahan-perubahan tertentu sesuai regulasi,” beber Latuheru, Kamis (23/5/19) di hotel Imperial Inn, Ambon. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *